Tinju Dunia: Tantang Fielding, Alvarez Ingin Bikin Sejarah Baru

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saul Canelo Alvarez (kiri) dan Rocky Fielding dalam jumpa media guna memromosikan laga mereka yang akan digelar 16 Desember 2018 di New York. (Tom Hogan-Hoganphotos/Golden Boy Promotions)

    Saul Canelo Alvarez (kiri) dan Rocky Fielding dalam jumpa media guna memromosikan laga mereka yang akan digelar 16 Desember 2018 di New York. (Tom Hogan-Hoganphotos/Golden Boy Promotions)

    TEMPO.CO, Jakarta - Saul Canelo Alvarez menyatakan dirinya sedang menghadapi babak baru dalam kariernya dengan menantang Rocky Fielding, juara kelas menengah super versi badan tinju dunia WBA.

    Alvarez naik satu kelas lebih tinggi, dalam pertarungan yang akan digelar di Madison Square Garden New York, Amerika Serikat pada Sabtu malam 15 Desember 2018 atau Minggu pagi di Indonesia.

    “Saya senang sekali bisa tampil di Madison Square Garden untuk kali pertama. Ini adalah babak baru dalam kariernya saya, dan saya tahu tantangannya besar. Tetapi saya siap, dan bakal membuat sejarah,” kata Alvarez.

    Sementara itu, meskipun berstatus sebagai juara bertahan namun Fielding tidak diunggulkan. Nama petinju jangkung asal Inggris ini memang belum terlalu dikenal.

    “Saya sudah tidak sabar untuk segera naik ring di arena bersejarah ini. Saya adalah juara bertahan, dan sebagai juara saya tahu apa yang harus dilakukan untuk menang dan mempertahankan gelar,” ujar Fielding.

    Rocky Fielding berusia 31 tahun dan mengusung rekor 27-1 (15 KO) dalam laga tinju dunia nanti. Sementara Saul Canelo Alvarez berusia 28 tahun, dengan rekor 50-1-2 (34 KO). Fielding memiliki postur 190 cm, jauh lebih jangkung ketimbang Alvarez yang 173 cm.

    FIGHTNEWS | BOXREC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.