ISSI Gandeng Jakpro untuk Kelola Jakarta International Velodrome

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana arena balap sepeda Jakarta International Velodrome seusai terjadi kebakaran, Kamis, 2 Agustus 2018. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Suasana arena balap sepeda Jakarta International Velodrome seusai terjadi kebakaran, Kamis, 2 Agustus 2018. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menjalin kerja sama dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk pengelolaan Jakarta International Velodrome yang berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur. 

    Kerja sama tersebut dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Ketua PB ISSI Raja Sapta Oktohari dengan Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Senin.

    "Penandatanganan nota kesepahaman ini adalah awal dari kerja sama ISSI dengan Jakpro dalam rangka pengelolaan velodrome," kata pria yang akrab dipanggil Okto itu.

    Menurut dia, keberadaan velodrome akan sangat disayangkan sekali jika tidak dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, mengingat sarana olah raga tersebut memiliki fasilitas yang lengkap dan mewah.

    "Sayang sekali velodrome itu kalau tidak dimanfaatkan. Kalau dibiarkan, pasti akan rusak. Makanya, kami menyambut baik kerja sama dengan pihak Jakpro untuk pengelolaannya," ujar Raja.

    Sementara itu, Dirut Jakpro Dwi Wahyu Daryoto menuturkan kerja sama tersebut dilaksanakan sesuai dengan permintaan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menginginkan agar keberadaan velodrome dapat menghasilkan atlet-atlet berprestasi.

    "Kalau hanya dipelihara saja, biayanya itu cukup mahal. Kami mengeluarkan sekitar Rp1,2 miliar untuk perawatan, termasuk biaya listrik, keamanan dan kebersihan," tutur Dwi.

    Maka dari itu, dia mengungkapkan, apabila dikelola dengan baik dan profesional, maka diharapkan akan meringankan biaya perawatan yang dikeluarkan setiap bulannya.

    "Akan tetapi, kami tetap berprinsip bahwa velodrome ini juga terbuka untuk publik. Kami tidak akan mencari keuntungan yang luar biasa," ungkap Dwi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.