Sentra Latihan Angkat Besi Akan Dibangun di Tujuh Daerah

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlit Cabang Angkat besi Indonesia Sri Wahyuni Agustiani bertanding di kelas 48 kg dalam Asian Games 2018 di Jakarta, 20 Agustus 2018. Sri Wahyuni berhasil mendapat medali Perak dan kalah dari Lifter dari Korea Utara Ri song Gum yang  mendapatkan emas dan Perunggu diraih oleh Lifter Thunya Sukcharoen. Tempo/Amston Probel

    Atlit Cabang Angkat besi Indonesia Sri Wahyuni Agustiani bertanding di kelas 48 kg dalam Asian Games 2018 di Jakarta, 20 Agustus 2018. Sri Wahyuni berhasil mendapat medali Perak dan kalah dari Lifter dari Korea Utara Ri song Gum yang mendapatkan emas dan Perunggu diraih oleh Lifter Thunya Sukcharoen. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) akan membentuk sentra latihan di tujuh daerah pada 2019 demi percepatan proses pembinaan atlet-atlet pelapis nasional.

    "Saya punya banyak alat latihan dan saya sudah melaporkan itu kepada Menteri Pemuda dan Olahraga. Kami ingin membuat sentra latihan di tujuh daerah dengan menggunakan peralatan itu," kata Wakil Ketua PB PABBSI Djoko Pramono di sela-sela test pelatnas di Mess Marinir Jakarta, Jumat.

    Djoko mengatakan sentra latihan angkat besi di daerah itu akan mendukung latihan bagi atlet-atlet sekolah khusus olahraga ataupun pusat pembinaan dan latihan olahraga pelajar di daerah.

    "Kami menargetkan sentra latihan di tujuh daerah itu mulai berjalan pada Januari 2019. Kami sudah mengirim surat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga sejak dua bulan lalu dan kami masih menunggu persetujuan dari Menpora," kata mantan Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut itu.

    PB PABBSI, menurut Djoko, hanya membutuhkan lokasi latihan dan akan menyediakan peralatan serta pelatih latihan di daerah-daerah.

    "Aceh dan Bengkulu sudah sangat minat dengan program sentra latihan daerah itu. Saya berharap ada sentra latihan di kawasan barat, kawasan tengah, dan kawasan timur Indonesia dengan syarat tempat latihan," katanya.

    Djoko mengatakan kehadiran sentra latihan angkat besi di tujuh daerah di Indonesia, itu akan mempercepat perkembangan latihan atlet-atlet daerah yang akan menjadi atlet-atlet nasional.

    "Selama delapan tahun, Eko Yuli Irawan hampir tidak punya atlet-atlet pelapis yang mendekati prestasinya. Saya sudah mencari atlet pelapis Eko ke berbagai daerah, tapi belum kelihatan," katanya.

    PB PABBSI akan melanjutkan program pendirian sentra latihan di tujuh daerah itu bersama pemerintah provinsi serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) jika Kemenpora belum memberikan persetujuan hingga pertengahan Januari 2019.

    "Kami tidak ingin peralatan latihan angkat besi di sini mubazir dan tidak terpakai. Kami tidak ingin mencampuri program latihan PPLP ataupun SKO di daerah. Kami hanya ingin menyediakan peralatan latihan, program, dan pelatih saja," katanya.

    Sebanyak 14 atlet pelatnas PABBSI melakukan tes evaluasi prestasi akhir 2018 di Jakarta, Jumat. Mereka adalah enam atlet putri yaitu Syarah Anggraini, Accedya Jaghaditha, Yurifah Melsandi, Desi Rahayu, Melinda Gusti, dan Nurul Akmal.

    Kemudian delapan atlet putra yaitu Muhammad Faathir, Surahmat, M. Furkon, Eko Yuli Irawan, Mohammad Yasin, Deni, Triyatno, dan Rahmat Erwin Abdullah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.