INAPGOC Abadikan Dokumentasi Asian Para Games 2018

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo.co mendapat penghargaan sebagai media terproduktif  dari Inapgoc selama ajang Asian Para Games 2018. Redaktur Pelaksana Elik Susanto (kedua dari kiri) menerima penghargaan tersebut. TEMPO/Aditya Budiman

    Tempo.co mendapat penghargaan sebagai media terproduktif dari Inapgoc selama ajang Asian Para Games 2018. Redaktur Pelaksana Elik Susanto (kedua dari kiri) menerima penghargaan tersebut. TEMPO/Aditya Budiman

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan, keberadaan media begitu penting. Media, kata Imam, menjadi saksi sejarah atas sukses penyelenggaraan Asian Para Games 2018. Ia kaget ketika melihat sebuah buku tentang foto di ajang Asian Games 1962 tidak ada satu pun dokumentasi tentang pesta olahraga terbesar di Asia itu.

    "Makanya saya minta panitia agar mendokumentasikan apa saja di Asian Games dan Asian Para Games," ucap Imam dalam acara Malam Apresiasi Media di kawasam SCBD Jakarta pada Jumat malam. 21 Desember 2018.

    Baca: Inapgoc Gelar Malam Apresiasi Media Peliput Asian Para Games 2018

    Selain karya foto dan video, Imam juga meminta seluruh alat pertandingan, alat latihan serta medali Asian Para Games 2018 disimpan sekaligus diabadikan di tempat khusus. "Saya minta INAPGOC supaya semua karya foto, video, tulisan yang berkaitan dengan Asian Para Games diabadikan di suatu tempat," kata Imam.

    Pada malam itu, PT Info Media Digital atau Tempo.co mendapat penghargaan sebagai media terproduktif. Tempo.co bersama Antaranews.com merebut posisi kedua atau perak dalam acara bertajuk Malam Apresiasi Media Indonesia 2018 Asian Para Games di Jakarta pada Jumat malam, 21 Desember 2018.

    Ketua Umum Asian Para Games Organizing Committee (Inapgoc) Raja Sapta Oktohari mengatakan peran media massa sangat penting selama Asian Para Games 2018. "Kami bisa sukses karena bantuan teman-teman media," kata Oktohari dalam sambutanny.

    Menurut dia, ketika panitia Inapgoc belum terbentuk bahkan saat belum mempunyai kantor awak media tak pernah lepas memberitakan Asian Para Games. "Saya berterima kasih ke media," kata dia.

    Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan keberadaan media begitu penting sebab menjadi saksi sejarah. Ia kaget ketika melihat sebuah buku tentang foto di ajang Asian Games 1962 tidak ada satu pun dokumentasi tentang pesta olahraga terbesar di Asia itu.

    "Makanya saya minta panitia agar mendokumentasikan apa saja di Asian Games dan Asian Para Games," ucap Imam. Selain karya foto dan video, Imam juga meminta seluruh alat pertandingan, alat latihan serta medali Asian Para Games 2018 disimpan sekaligus diabadikan di tempat khusus.

    Redaktur Eksekutif Tempo.co Elik Susanto yang menerima penghargaan menyatakan pemberitaan seputar Asian Para Games amat penting sebab tidak sedikit masyarakat yang ingin tahu bagaimana pertandingan bagi atlet disabilitas berjalan. "Kami ingin memberikan berita selengkap-lengkapnya ke publik," kata Elik.

    Sebagai catatan, sebanyak 325 media yang terdiri dari 175 media nasional dan 150 media asing memberitakan Asian Para Games 2018. Selain itu, tak kurang dari 1.200 jurnalis meliput Asian Para Games 2018. Hasil pemantauan media oleh panitia dalam periode 5-14 Oktober 2018 menunjukkan terdapat 10.829 artikel di media online dan 824 artikel di media cetak.

    Berikut media nasional yang meraih penghargaan di ajang Malam Apresiasi Media Indonesia 2018 Asian Para Games 2018.

    Produksi Media Online
    Gold : Tribunnews.com
    Silver : Antaranews.com dan Tempo.co
    Bronze : Detik.com, Kompas.com, Kumparan.com, Liputan6.com

    Produksi Media Cetak
    Gold : Kompas
    Silver : Media Indonesia
    Bronze : Republika dan Jakarta Post

    Produksi Radio
    Gold : RRI
    Silver : Elshinta

    Produksi Stasiun Televisi
    Gold : Metro TV
    Silver : SCTV
    Bronze : TV One

    Penghargaan khusus
    The Most Inspiring Media : kamibijak.com


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.