Kaleidoskop 2018: 10 Peristiwa Olahraga Indonesia Terheboh

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertunjukan kembang api dilihat dari dalam stadion saat Upacara Penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad, 2 September 2018. TEMPO/Subekti

    Pertunjukan kembang api dilihat dari dalam stadion saat Upacara Penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad, 2 September 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kaleidoskop 2018 untuk olahraga Indonesia diawali dari pesta bagi olahraga se-Asia. Semua mata insan olahraga terpusat pada penyelenggaraan Asian Games 2018.

    Indonesia sukses dari sisi tuan rumah dan prestasi. Para atlet Indonesia berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya dan terbukti bisa bersaing di tingkat Asia. Tahun 2018 penuh dengan warna. Ada begitu banyak prestasi yang layak ditulis namun sepuluh peristiwa olahraga sepanjang tahun ini, menurut Tempo, layak diingat kembali.

    1. Tuan Rumah Asian Games

    Setelah menunggu 56 tahun Indonesia akhirnya kembali dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games. Di pesta olahraga empat tahunan itu, Jakarta dan Palembang ditunjuk sebagai kota penyelenggara.

    Pada Asian Games edisi ke-18 terjadi penambahan jumlah cabang olahraga dari sebelumnya 36 menjadi 40 cabang. Begitu juga dengan jumlah atlet yang meningkat dari Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan sebanyak 9.501 atlet menjadi 11.000 pada Asian Games 2018.

    Selain itu, Indonesia mendapat kesempatan memasukkan cabang olahraga baru. Tercatat ada 10 cabang olahraga baru, beberapa diantaranya ialah panjat tebing, pencak silat, paralayang, dan jet ski. Empat cabang itu sukses menyumbangkan medali bagi Indonesia.

    2. Muhammad Zohri Juara Dunia Atletik

    Sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, beraksi dalam babak semifinal lari 100 meter putra atletik Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad, 26 Agustus 2018. Catatan tersebut merupakan waktu terbaik Zohri dalam Asian Games 2018. TEMPO/Subekti

    Lalu Muhammad Zohri mengejutkan publik Indonesia. Pelari asal Nusa Tenggara Barat itu berhasil menjadi yang tercepat di Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Tampere, Finlandia Juli lalu.

    Tampil di nomor lari 100 meter Zohri mencatatkan waktu tercepat 10,81 detik dan berhak atas medali emas. Ia mengalahkan dua sprinter Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison.

    Zohri juga berperan besar menyumbangkan medali di Asian Games. Bersama tiga rekannya, Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kartanegara, nomor lari tim estafet 4x100 meter putra meraih perak. Pelari Indonesia yang mencatatkan waktu 38,77 detik kalah cepat dari Jepang dengan catatan waktu 38,16 detik.

    3. Manusia Besi: Eko Yuli Irawan


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.