Kata Ma'ruf Amin Soal Pengaturan Skor Sepak Bola Liga Indonesia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ma'ruf Amin mengunjungi korban tsunami Banten di RSUD Berkah Pandeglang, Selasa 25 Desember 2018. Istimewa

    Ma'ruf Amin mengunjungi korban tsunami Banten di RSUD Berkah Pandeglang, Selasa 25 Desember 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden atau cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, menyatakan kecewa jika benar ada pengaturan skor dalam pertandingan sejak bola di Indonesia. Ia menilai adanya praktek seperti itu akan membuat tim sepak bola Indonesia tidak akan maju dan berprestasi.

    "Wah mengecewakan betul kalau benar ada pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola di Indonesia," kata Ma'ruf Amin, di kediamannya, di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Jumat.

    Ma'ruf menyatakan prihatin dan kecewa karena pengaturan skor pertandingan sepak bola itu adalah bagian dari judi. "Sepak bola nasional seharusnya dikelola secara profesional sehingga dapat berprestasi dan menjadi bisnis yang menguntungkan seperti sepak bola di Eropa dan Amerika Latin," katanya.

    Kiai Ma'ruf yang saat muda menggemari sepak bola ini menambahkan, kalau dicermati, sepak bola di Eropa dan Amerika Latin, selain mengejar prestasi juga menjadi bisnis menguntungkan tanpa merusak prestasi.

    Pada kesempatan tersebut, Kiai Ma'ruf mengajak semua pihak yang terkait dengan sepak bola nasional untuk mengambil hikmah dari adanya dugaan pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola nasional.

    "Marilah kita bersama-sama untuk menjadikan prestasi terbaik dari sepak bola nasional untuk mengharuskan nama bangsa dan negara. "Harapan saya jangan ada lagi pengaturan skor."

    Kiai Ma'ruf juga mengusulkan, agar sepak bola nasional melakukan regenerasi dengan melakukan pencarian bibit pemain muda berbakat dan cerdas. "Para pemain muda berbakat dan cerdas ini dilatih oleh pelatih yang berkualitas, sehingga sepak bola nasional dapat berkembang baik," kata Kiai Ma'ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.