Hindari Match Fixing: Ini Nasihat Bambang Nurdiansyah ke Pemain

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PSSI. (pssi.org)

    Logo PSSI. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pemain tim nasional PSSI Bambang Nurdiansyah angkat bicara soal kasus pengaturan pertandingan (match fixing) yang tengah naik ke permukaan. Legenda sepak bola nasional era 1980-an itu punya pengalaman berharga tentang dugaan kecurangan di atas lapangan hijau.

    Bambang menyatakan para pemain sepak bola harus waspada kepada orang-orang yang tidak dikenal bila menawari sesuatu. Ia menyarankan pemain mesti tegas dan menghindar bila diajak berkenalan dengan orang asing. "Hindari. Bila perlu jangan berteman," kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 31 Desember 2018.

    Bambang yang membawa Timnas Indonesia merebut medali emas di SEA Games 1991 tahu betul pedihnya mendapat tudingan telah menerima suap. Ia bisa merasakan para pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 yang mendapat tuduhan telah menerima suap. Bambang berharap publik tidak asal menuduh tanpa bukti kuat. Sebab, buruknya penampilan pemain di lapangan tidak lantas disebut telah menerima suap. "Jangan langsung dituding kalau kalah," kata dia.

    Bambang pernah mengalami pengalaman pahit ihwal dugaan pengaturan pertandingan. Ia bersama tiga rekannya dituduh telah menerima suap saat Indonesia berjuang merebut tiket ke Olimpiade 1987. Saat itu Indonesia menyerah dari Singapura dengan skor 0-2 dan kalah 0-3 dari Jepang. Tudingan tersebut telah mencoreng nama Bambang dan tiga rekannya, yakni Elly Idris, Noach Maryen, dan Louis Mahodim.

    Pria berusia 60 tahun itu merasa trauma bila mengingat kasus pengaturan skor. Selama menjalani sanksi dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Bambang semakin sempit ruang geraknya. Namun ia berupaya bangkit dan akhirnya kembali meraih kepercayaan membela Timnas ke SEA Games 1991. "Saya pernah diteriaki penonton satu stadion karena tudingan pengaturan skor," ucapnya.

    Kejadian serupa kembali terjadi. Tudingan telah terjadi pengaturan skor pada Timnas Indonesia saat melawan Malaysia di final Piala AFF 2010 ramai di media sosial. Nama Maman Abdurrahman menjadi sasaran netizen usai menjadi perbincangan di acara Mata Najwa. Namun, Maman dengan tegas menyatakan tidak pernah terlibat dalam pengaturan skor di final Piala AFF 2010.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.