Rekor, Roger Federer Menangi Piala Hopman Tiga Kali

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Swiss, Roger Federer menyapa para pendukungnya usai kalahkan petenis Austria Dominic Thiem dalam tenis ATP Finals di London, Inggris, 13 November 2018. Reuters/Andrew Couldridge

    Petenis asal Swiss, Roger Federer menyapa para pendukungnya usai kalahkan petenis Austria Dominic Thiem dalam tenis ATP Finals di London, Inggris, 13 November 2018. Reuters/Andrew Couldridge

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis putra kawakan, Roger Federer, dan juniornya di bagian putri, Belinda Bencic, membawa Swiss memenangi Piala Hopman di Perth, Australia, untuk kedua kali secara beruntun pada Sabtu malam, 5 Januari 2019.

    Roger Federer dan Belinda Bencic menang 2-1 dari petenis Jerman,  Angelique Kerber dan Alexander Zverev.

    Seperti pada final 2018 di bagian tunggal putra, Federer mengalahkan  Zverev 6-4, 6-2 untuk membawa  Swiss memimpin 1-0.

    Selanjutnya, juara tunggal putri Grand Slam Wimbledon, Kerber, mengalahkan Bencic 6-4, 7-6 (8-6) sehingga kedudukan menjadi 1-1.

    Swiss kemudian menentukan kemenangannya pada pertandingan nomor ganda campuran. Federer berpasangan dengan Bencic mengalahkan Kerber/Zverev 4-0, 1-4 4-3 (5-4). Dengan hasil ini, Swiss sudah memenangi Piala Hopman empat kali.

    Ganda campuran dipertandingkan dengan format cepat empat game. Pasangan pertama yang meraih empat game pertama akan memenangi set tersebut. Pertandingan akan berlangsung tie-break jika terjadi skor 3-3 dalam sebuah set.

    Pemegang 20 gelar juara Grand Slam, Roger Federer, adalah petenis pertama yang memenangi Piala Hopman tiga kali. Federer meraihnya dua kali bersama Bencic dan satu kali dengan Martina Hingis pada 2001.

    HOPMAN CUP | NEWS.COM.AU


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Abu Bakar Baasyir, dari Radikalisme ke Terorisme

    Abu Bakar Baasyir dikabarkan akan mendapatkan status bebas. Ini kasus-kasus hukum terkait radikalisme dan terorisme yang menimpa Abu Bakar Baasyir.