Thailand Masters: Fitriani Lolos ke Perempat Final Tunggal Putri

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pemain bulu tangkis Indonesia, Fitriani, saat bertanding melawan pemain bulu tangkis Jepang,  Nozomi Okuhara, dalam semifinal bulu tangkis beregu putri Asian Games 2018 di Jakarta, Selasa, 21 Agustus 2018. Fitriani kalah dengan skor 21-19, 4 -21, dan 10 - 21. TEMPO/Amston Probel.

    Ekspresi pemain bulu tangkis Indonesia, Fitriani, saat bertanding melawan pemain bulu tangkis Jepang, Nozomi Okuhara, dalam semifinal bulu tangkis beregu putri Asian Games 2018 di Jakarta, Selasa, 21 Agustus 2018. Fitriani kalah dengan skor 21-19, 4 -21, dan 10 - 21. TEMPO/Amston Probel.

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia Fitriani menumbangkan pemain unggulan pertama turnamen Thailand Masters 2019 Nitchaon Jindapol pada pertandingan putaran kedua yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Kamis.

    Fitriani, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam tiga gim 21-10, 17-21, 21-16 selama 62 menit turnamen tingkat Super 300 itu atas Jindapol.

    Kemenangan di Bangkok itu menjadi catatan kemenangan pertama Fitriani atas pemain putri Negeri Gajah Putih peringkat 14 dunia itu.

    Atlet asal klub Exist Jakarta itu merupakan pemain putri Merah-Putih yang telah memastikan lolos perempat final turnamen berhadiah total US$ 150 ribu.

    Pada laga perempat final, Fitriani akan melawan wakil Singapura Yeo Jia Min. Yeo menang pada pertandingan putaran kedua setelah menang atas pemain Belgia Yvonne Li dalam dua gim 21-6, 21-18.

    Selain Fitriani, dua pemain putri lain Indonesia Ruselli Hartawan dan Yulia Yosephin Susanto juga akan bertanding pada putaran kedua turnamen Thailand Masters 2019.

    Ruselli akan melawan pemain unggulan delapan Thailand Masters, Busanan Ongbamrungphan. Sedangkan Yulia akan bertanding menghadapi Porntip Buranaprasertsuk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.