Preview Piala Asia, Hari Ini: Iran Tak Akan Remehkan Vietnam

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Iran. (AP Photo/Lee Jin-man)

    Timnas Iran. (AP Photo/Lee Jin-man)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih tim nasional Iran Carlos Queiroz mengatakan bahwa Vietnam yang menjadi lawan berikutnya di grup D kejuaraan sepak bola Piala Asia 2019, Sabtu, tidak bisa diremehkan setelah melihat permainan tim juara Asia Tenggara itu saat menghadapi Irak.

    "Setelah melihat penampilan melawan Irak, saya harus akui tim Vietnam adalah tim yang bagus," kata Queiroz di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat.

    Dalam pertandingan melawan Irak 8 Januari lalu, Vietnam kalah 2-3 meskipun sempat dua kali memimpin sebelum kebobolan di menit terakhir babak kedua.

    Menurut Queiroz, seperti dikutip laman resmi AFC yang dipantau dari jakarta, Jumat, Vietnam sebenarnya layak untuk mendapat hasil minimal seri melawan Irak yang merupakan salah satu tim favorit di Asia itu.

    Apalagi saat ini Vietnam yang merupakan juara Piala AFF 2018 itu memiliki pemain-pemain bagus dan juga didukung dengan pelatih bertangan dingin asal Korea Selatan Park Hang-seo.

    Iran memimpin klasemen grup D setelah mencatat kemenangan telak 5-0 atas Yaman.

    Meskipun demikian, Queiroz mengatakan bahwa timnya tetap akan fokus pada dua pertandingan berikutnya melawan Vietnam dan Irak, karena keduanya adalah lawan yang cukup berat.

    Sementara itu pelatih Vietnam Park Hang-seo mengatakan bahwa timnya sudah melupakan kekalahan yang menyakitkan saat melawan Irak, dan kini mereka sudah siap menghadapi Iran.

    "Besok kami akan mengadapi tim terkuat di Asia. Iran secara teknik dan fisik memang lebih baik dari kami, tapi kami akan menampilkan kekuatan kami agar dapat meraih hasil," katanya.

    Pertandingan Iran vs Vietnam dalam Piala Asia 2019 ini akan berlangsung di Stadion Al Nahyan, Abu Dhabi, sedangkan laga grup D lainnya antara Yaman lawan Irak berlangsung di Sharjah, Sabtu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.