Piala Asia, Irak Waspadai Serangan Yaman

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih tim nasional Irak, Srecko Katanec. [FourFourTwo]

    Pelatih tim nasional Irak, Srecko Katanec. [FourFourTwo]

    TEMPO.CO, Jakarta - Irak tetap akan mewaspadai serangan Yaman pada Piala Asia, Sabtu malam, 12 Januari 2019, waktu Indonesia. Hal itu disampaikan pelatih kepala Irak, Srecko Katanec, dalam acara jumpa pers dengan sejumlah wartawan.

    Menurutnya, modal kemenangan atas Vietnam 3-2 belum cukup untuk meloloskan Irak dari Grup D. Sebab Iran, tim yang dianggap paling kuat di grup, sebelumnya melumat Yaman 5-0. "Kekalahan Yaman dari Iran bukan menjadi jaminan kami," tutu Katanec.

    Dia menjelaskan, selain Iran, Vietnam punya peluang untuk lolos dari grup. Sebab tim ini tidak bisa dipandang sebelah mata, terbukti telah merajai di Piala AFF 2018.

    "Kami tahu kwalitas tim Yaman, mereka akan berjuang sepeti yang dilakukan oleh Vietnam," ucapnya seperti dikutip situs FourFourTwo. "Dari menit-menit awal pertandingan, saya yakin mereka (Yaman) akan mencuri gol."

    "Saya berbicara kepada para pemain dan mengatakan kepada mereka agar lebih berhati-hati menghadapi Yaman. Kami lebih baik dari Yaman di atas kertas. Tetapi sepak bola adalah permainan aneh, dan mari kita lihat bagaimana kami menghadapi Yaman."

    Sementara itu bos Yaman, Jan Kocian, mengatakan di depan wartawan bahwa dirinya sangat percaya diri atas kemajuan timnya yang akan menghadapi Irak pada malam ini. Dia menjelaskan, timnya telah banyak belajar dari pertandingan sebelumnya.

    "Hasi pertandingan sebelumnya kami lupakan, namu kami banyak belajar dari kesalahan individu saat menghadapai Iran sehingga kalah telak 0-5," ucapnya.

    "Yaman untuk pertama kalinya mengikuti turnamen besar seperti Piala Asia ini. Kami, saat ini, bermain dengan tim yang sangat kuat untuk berlaga malam ini. Kami memulai dengan langkah yang sangat baik, meskipun tidak mudah menghadapi tim kuat seperti Iran. Saya tahu tim saya dapat bermain lebih baik lagi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.