Gelar Juara Thailand Masters Jadi Modal Fitriani Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Fitriani mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis Malaysia Soniia Cheah pada babak pertama kejuaraan All England 2018 BWF World Tour Super 1000 di Birmingham, Inggris, 14 Maret 2018. Fitriani melaju ke babak kedua setelah menang dengan skor 16-21, 21-18, 21-9.  ANTARA/Handout/Humas PBSI

    Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Fitriani mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis Malaysia Soniia Cheah pada babak pertama kejuaraan All England 2018 BWF World Tour Super 1000 di Birmingham, Inggris, 14 Maret 2018. Fitriani melaju ke babak kedua setelah menang dengan skor 16-21, 21-18, 21-9. ANTARA/Handout/Humas PBSI

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih sektor tunggal putri pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Minarti Timur menyebut gelar juara Fitriani dalam turnamen Thailand Masters menjadi modal untuk merebut gelar dalam turanamen-turnamen lain sepanjang 2019.

    "Kemenangan itu semoga menjadi modal untuk bermain lebih baik lagi dalam turnamen berikutnya, bukan hanya untuk Fitriani saja melainkan juga atlet tunggal putri lain," kata Minarti dalam pesan singkat kepada Antara di Jakarta, Minggu (13/1) malam.

    Fitriani sukses menjadi pemain non-Thailand yang menyabet gelar juara tunggal putri sejak 2016 setelah menaklukkan Busanan Ongbumrungphan pada pertandingan final dalam dua gim sekaligus 21-12, 21-14 selama 42 menit.

    Minarti mengatakan atlet asuhannya di pelatnas PBSI itu bermain bagus dengan pola reli sehingga Busanan tidak mampu mengeluarkan pola permainannya dan justru banyak melakukan kesalahan sendiri.

    "Fitri bermain lebih sabar dan tenang. Dia tampak lebih percaya diri sehingga akurasi pukulannya cukup bagus. Pertahanan Fitri juga cukup rapat dan membuat lawan ragu-ragu," katanya.

    Kemenangan Fitriani di Bangkok, Thailand, menurut Minarti, menjadi modal penting atlet asal klub Exist Jakarta itu untuk menghadapi lawan-lawan yang mempunyai peringkat di atasnya.

    "Semua lawan sejak pertandingan pertama tidak mudah ditaklukkan. Semua pemain berpeluang menang karena apapun bisa terjadi di lapangan. Saya bersyukur dapat meraih hasil maksimal pada awal 2019 dan meraih gelar juara," kata Fitriani seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

    Perjuangan atlet dengan tinggi badan 155 cm itu menuju podium juara turnamen Thailand Masters 2019 harus melewati pertandingan demi pertandingan selama tiga gim.

    Pada pertandingan putaran pertama, Fitriani meraih kemenangan 18-21, 21-9, 23-21 atas pemain Malaysia. Fitri bahkan harus mengejar perolehan poin lawan 13-20 menjadi 23-21 pada gim ketiga.

    Atlet berusia 22 tahun itu bahkan tampil mengejutkan dengan menaklukkan pemain unggulan pertama Nitchaon Jindapol pada laga kedua dengan skor 21-10, 17-21, 21-16.

    Fitriani kembali berjuang dalam tiga gim pada pertandingan perempat final 14-21, 21-15, 21-18 atas pemain Singapura Yeo Jia Min.

    Pada laga semifinal, Fitriani menang atas pemain Hong Kong Deng Joy Xuan selama 55 menit dengan skor 12-21, 21-19, 21-16.

    Gelar di Thailand Masters menjadi gelar pertama bagi Fitriani dalam turnamen tingkat Super 300. Fitriani tercatat meraih gelar juara pada turnamen Indonesia International Series 2015 dan Indonesia International Challenge 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.