Tinju Dunia Kelas Berat: Kisah Anthony Joshua Berburu Calon Lawan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juara kelas berat sejati asal Inggris, Anthony Joshua usai memukul KO penantangnya asal Rusia, Alexander Povetkin di Stadion Wembley London pada Sabtu 22 September 2018. (Reuters)

    Juara kelas berat sejati asal Inggris, Anthony Joshua usai memukul KO penantangnya asal Rusia, Alexander Povetkin di Stadion Wembley London pada Sabtu 22 September 2018. (Reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertarungan tinju dunia paling dinantikan saat ini, antara Anthony Joshua dan Deontay Wilder, belum juga menemukan titik terang. Negosiasi untuk duel unifikasi gelar juara kelas berat ini tak juga menemui titik terang.

    Kemungkinan pertarungan keduanya sudah dijajaki sejak tahun lalu. Namun, soal pembagian bayaran dan tempat pertandingan selalu membuat kedua kubu tak sepaham. Akhirnya mereka pun memilih lawan berbeda pada tahun lalu.

    Baca: Jadwal Tinju Dunia Akhir Pekan Ini: Pacquiao Vs Adrien Broner

    Joshua berhasil mempertahankan sabuk juara versi WBA (Super), IBF, WBO, dan IBO, dengan mengalahkan petinju Rusia, Alexander Povetkin, pada 22 September. Sedangkan Wilder, asal Amerika, mempertahankan gelar WBC dengan mengalahkan Tyson Fury pada Desember.

    Setelah pertandingan itu, negosiasi kembali dilakukan. Joshua menjadi kubu yang aktif. Petinju Inggris ini memang sudah menargetkan untuk bertarung Wembley, London, pada 13 April mendatang. Sayangnya "lima sampai enam" email yang ditujukan pada Wilder tak mendapat respon.

    Eddie Hearn, promotor Joshua, menyatakan, ia sudah memberi tawaran pembagian bayaran 60 : 40 pada Wilder. Namun semua emailnya tak mendapat balasan.

    Baca: MMA: Baru Dikalahkan Mayweather, Nasukawa Ditantang McGregor

    Karena itu, Eddie kini berpaling untuk mencari lawan lain. Ia melihat ada tiga kandidat yang memungkinkan. Menurutnya Joshua bisa melakukan pertarungan wajib (mandatory) melawan Dominic Breazeale. Atau ia menerima tantangan Tyson Fury atau Dillian Whyte, yang baru mengalahkan Dereck Chisora.

    Dari ketiga alternatif itu, pertarungan melawan Fury, yang juga berasal dari Inggris, dinilai lebih menjanjikan. Pertarungan nanti dinilai akan jadi duel paling besar dalam sejarah tinju Inggris. Hearn pun bercuit di twitternya, "Fury, Anda bisa mendapatkan pertarungan pada 13 April, Anda tahu apa yang tersaji di meja."

    Namun, negosiasi tampaknya masih akan berlangsung alot. Sebelumnya, Fury sempat menyatakan, ia tak mau bertarung dengan Anthony Joshua kecuali pembagian bayarannya adalah 50:50.

    THE SUN | MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?