Indra Sjafri Sebut Indonesia Kekurangan Pelatih Berlisensi

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria (kiri) berjabat tangan dengan pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri (kanan) seusai memberikan keterangan pada konferensi pers persiapan Timnas U-22 jelang Piala AFF U-22 di Jakarta, Jumat 4 Januari 2019. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/

    Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria (kiri) berjabat tangan dengan pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri (kanan) seusai memberikan keterangan pada konferensi pers persiapan Timnas U-22 jelang Piala AFF U-22 di Jakarta, Jumat 4 Januari 2019. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih tim nasional Indonesia di bawah usia 22 tahun Indra Sjafri menilai Indonesia ketinggalan jauh dalam hal jumlah pelatih berlisensi. Pelatih di Indonesia, menurut dia, belum ada yang mengantongi lisensi kepelatihan Pro AFC (Asian Football Confederation). "Jepang itu sudah punya sekitar 700 pelatih berlisensi Pro AFC," ucapnya di Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.

    Sedangkan Indonesia, kata dia, saat ini baru mulai mengikuti kursus kepelatihan Pro AFC. Oleh sebab itu, Indra mengapresiasi upaya yang dilakukan federasi sepak bola Indonesia yang membuka kursus pelatih Pro AFC. Sebab, langkah meningkatkan kualitas pelatih diperlukan bila ingin sepak bola nasional berkembang dan bersaing di level Asia. "Dari pelatih yang baik akan lahir pemain yang baik," kata dia.

    Kursus pelatih Pro AFC merupakan pelatihan level tertinggi lisensinya di tingkat Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Ada 23 pelatih yang ikut dalam program tersebut. Sebanyak 20 pelatih berasal dari Indonesia, dua dari Malaysia, dan satu dari Jepang. Saat ini belum ada satu pun pelatih Indonesia yang mempunyai sertifikat Pro AFC. Salah satu pelatih yang mengikuti kursus Pro AFC ialah Indra Sjafri.

    Indra menjelaskan kursus pelatih Pro AFC sudah memasuki tahap atau modul kelima. Sebanyak 20 pelatih asal Indonesia pada 19-29 Januari 2019 dijadwalkan menimba ilmu ke klub La Liga Spanyol, Deportivo Alaves. Menurut dia, di modul kelima para pelatih akan belajar secara langsung ke lapangan bagaimana mengelola klub dan pemain.

    Kursus yang sudah dimulai sejak April 2018 itu terdiri dari tujuh modul. Pada modul keenam, lanjut Indra, para peserta akan diminta mengamati bagaimana perjalanan klub selama setengah musim. "Saya diminta mengamati perjalanan Real Betis," kata mantan pelatih Bali United itu.

    Di modul terakhir, yakni ketujuh, para pelatih mesti menjelaskan segala hal yang sudah didapat dan dipelajari selama mengikuti kursus kepelatihan Pro AFC kepada tim penilai. "Para pelatih yang mengikuti kursus Pro AFC ini merupakan angkatan pertama di Indonesia," ucap Indra Sjafri.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.