Harus Bayar Tiket Masuk Jakabaring, Atlet Protes Gubernur Sumsel

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kawasan olahraga Jakabaring Sport City (JSC) Palembang sebelum hancur karena angin puting beliung di Palembang, Senin, 22 Oktober 2018. Foto ini diambil lima hari sebelum angin puting beliung terjadi. ANTARA/Nova Wahyudi.

    Foto udara kawasan olahraga Jakabaring Sport City (JSC) Palembang sebelum hancur karena angin puting beliung di Palembang, Senin, 22 Oktober 2018. Foto ini diambil lima hari sebelum angin puting beliung terjadi. ANTARA/Nova Wahyudi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan atlet dari berbagai cabang olahraga mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan untuk memprotes aturan pembayaran biaya tiket masuk Komplek Olahraga Jakabaring yang dikelola PT Jakabaring Sport City. Pada Rabu, massa yang tergabung dalam Forum Insan Olahraga Sumsel terdiri atas atlet dan pengurus berkumpul di depan Kantor Gubernur membawa poster tuntutan karena mereka tidak bisa latihan.

    Gubernur Sumatera Selatan langsung menemui massa. "Silakan nanti sore para atlet latihan, jangan dipersulit atlet-atlet ini, selanjutnya nanti dibuat identitas khusus atlet supaya bisa tetap gratis masuk," kata Herman Deru saat menemui massa.

    Menurutnya, usaha-usaha mendulang prestasi olahraga tidak boleh dipersulit, bahkan dirinya berencana membuat kebijakan menyeluruh terkait olahraga, terutama pembinaan atlet KONI maupun non KONI. Gubernur langsung menelpon Direksi PT JSC Meina Fatriani Paloh di depan massa untuk memastikan para atlet bisa tetap latihan di Komplek Olahraga Jakabaring dan membantu penyelesaian akses masuk para atlet.

    Sementara Ketua Forum Insan Olahraga Sumsel Suparman Roman mengatakan berdasarkan hasil diskusi dengan gubernur pada awal Februari ditargetkan persoalan akses masuk atlet sudah ada solusi. Solusi itu berupa pembedaan status atlet amatir dan profesional sehingga tidak melulu kepentingan bisnis.

    Sejauh ini dua cabang olahraga sudah mengalami kesulitan latihan yakni anggar dan panahan. Bahkan, caban olahraga anggar terpaksa berlatih di luar area GJS, Senin (14/1) karena atlet keberatan dengan kebijakan harus membayar tiket masuk.

    Bukan hanya atlet, para orangtua juga mengeluh karena ketika harus menjemput anaknya juga diwajibkan membayar tiket masuk. Suparman Roman yang juga Ketua KONI Kota Palembang juga mengkritisi gedung Palembang Sport Convention Center yang tidak pernah lagi bisa dipakai atlet karena biaya sewa terlalu mahal.

    pelatih anggar Sumsel, Rully Mauliadhani mengaku permasalahan yang mendera komplek JSC akhir-akhir ini cukup mengganggu persiapan para atlet. "Ya pengaruhnya ke latihan atlet, apalagi kami saat ini sedang persiapan pra PON Papua, artinya jangan sampai persoalan ini berlanjut," kata Rully.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?