Bulu Tangkis: Menanti Kejutan Tunggal Putri di Indonesia Masters

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain bulu tangkis Indonesia, Fitriani, berusaha mengembalikan kok ke arah lawannya, Nozomi Okuhara, dalam semifinal bulu tangkis Asian Games 2018 di Jakarta, Selasa, 21 Agustus 2018. TEMPO/Amston Probel.

    Pemain bulu tangkis Indonesia, Fitriani, berusaha mengembalikan kok ke arah lawannya, Nozomi Okuhara, dalam semifinal bulu tangkis Asian Games 2018 di Jakarta, Selasa, 21 Agustus 2018. TEMPO/Amston Probel.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim tunggal putri bulu tangkis Indonesia membuka tahun 2019 dengan optimisme lewat satu gelar yang dipersembahkan Fitriani di ajang Thailand Masters 2019 pada pekan lalu. Gelar pertama untuk Indonesia di tahun ini justru datang dari sektor tunggal putri yang selama beberapa tahun belakangan belum dapat menghasilkan gelar juara.

    Sinyal kebangkitan tunggal putri sebetulnya sudah ditandai dengan penampilan Gregoria Mariska Tunjung yang mulai menanjak pada tahun lalu. Gregoria beberapa kali menundukkan pemain yang lebih diunggulkan, hingga peringkatnya kini melesat ke posisi 18 dunia.

    Minarti Timur, Asisten Pelatih Tunggal Putri PP PBSI, menyatakan, tim tunggal putri optimistis untuk terus meningkatkan prestasi dan penampilan mereka di tahun 2019, termasuk pada ajang di kandang sendiri yang akan dilangsungkan pekan depan yaitu Daihatsu Indonesia Masters 2019.

    "Fitri jadi juara di Thailand Masters, Gregoria progresnya lumayan tahun lalu, sehingga rangkingnya naik, semua ini adalah proses, anak-anak butuh jam terbang, butuh pengalaman untuk bisa capai hasil maksimal," ujar Minarti seperti dikutip laman resmi PP PBSI.

    Minarti melanjutkan, "Mudah-mudahan kemenangan Fitri di Thailand kemarin bisa membawa dampak positif, menambah motivasi pemain tunggal putri yang lain untuk latihan lebih keras dan bersaing di level elit dunia."

    Di ajang Malaysia Masters, yang tengah berlangsung di Kuala Lumpur, Fitriani jadi satu-satunya wakil Indonesia di babak kedua. Pada Kamis ini ia akan melawan He Bingjiao dari Cina.

    Selanjutnya, pada pemain Indonesia akan berlaga di kandang sendiri. Daihatsu Indonesia Masters 2019 akan dilangsungkan di Istora, pada 22-27 Januari 2019.

    Berdasarkan hasil undian yang telah dirilis, di babak pertama, Fitri akan berhadapan dengan Line Kjaersfeldt (Denmark) dan Gregoria ditantang Aya Ohori (Jepang). Sedangkan Ruselli Hartawan harus merangkak dari babak kualifikasi melawan Li Chiang Ying dari Taiwan.

    "Semua ada kans menang, yang penting pantang menyerah dulu, apalagi kami tuan rumah dan didukung penonton di Istora. Mudah-mudahan bisa tampil bagus," sebut Minarti.

    Minarti melanjutkan, "Mungkin anak-anak punya target pribadi, kalau dari saya, yang penting mereka bisa mengeluarkan kemampuan maksimal mereka, nekad, berani, siap capek dan fokus. Menang-kalah itu nanti urusannya, Tuhan yang menentukan, yang penting mau berusaha."

    Selain tiga wakil di atas, sektor tunggal putri Indonesia di Daihatsu Indonesia Masters 2019 juga akan diwakili oleh Dinar Dyah Ayustine dan Lyanny Alessandra Mainaky.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.