Balap Sepeda: Crismonita Dwi Putri Raih Tiket ke Kejuaraan Dunia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebalap sepeda Crismonita Dwi Putri saat wawancara dengan Tempo di jakarta, 19 Juli 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Pebalap sepeda Crismonita Dwi Putri saat wawancara dengan Tempo di jakarta, 19 Juli 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap sepeda putri Indonesia Crismonita Dwi Putri lolos ke kejuaraan dunia trek yang akan berlangsung di Hong Kong, 25-27 Januari. Tiket itu diraihnya setelah tampil cukup apik pada Asian Track Championship 2019 di Jakarta, 9-13 Januari.

    Manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra di Jakarta, Jumat, mengatakan lolosnya pebalap berusia 20 tahun ini bukan karena wild card, namun berdasarkan poin yang didapat sebelumnya termasuk dari Asian Track Championship.

    "Dia (Crismonita) lolos ke kejuaraan dunia karena poin. Surat pemberitahuan dari UCI (federasi balap sepeda dunia) juga sudah kami terima," katanya.

    Menurut dia, poin yang dikumpulkan Crismonita didapat tidak hanya dari Asian Track Championship di Jakarta Internasional Velodrome saja, namun dari beberapa kejuaraan internasional yang diikuti seperti di India, Thailand, dan Malaysia.

    Berdasarkan catatan yang ada, kata Budi, Crismonita mengumpulkan 562 poin untuk nomor sprint dan 330 poin untuk nomor keirin. Dengan demikian, pembalap cantik ini bakal bersaing dengan pembalap-pembalap kelas dunia.

    "Crismonita nanti turun di tiga kelas sekaligus. Keirin, sprint dan team sprint," kata pria asal Purwokerto, Jawa Tengah itu.

    Budi menjelaskan Crismonita terbang ke Hong Kong tidak sendirian karena pihak PB ISSI juga memberangkatkan tandemnya saat turun di nomor team sprint Asian Track Championship 2019 yaitu Wiji Lestari.

    "Rencananya mereka (Crismonita dan Wiji) akan berangkat ke Hong Kong Minggu malam (20/1)," kata Budi menegaskan.

    Crismonita merupakan pembalap trek Indonesia yang sedang naik daun. Pada Asian Track Championship di Jakarta beberapa waktu lalu memang belum meraih hasil maksimal pada nomor keirin, sprint dan team sprint. Namun, pembalap kelahiran Lamongan, Jawa Timur itu mengalami peningkatan secara kemampuan.

    Satu-satunya medali yang didapat Crismonita pada kejuaraan internasional level Asia ini adalah perunggu yang didapat dari nomor 500 m time trial. Hasil ini sangat bagus jika dibandingkan dengan atlet balap sepeda Indonesia non-paracycling lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?