Australian Open: Angelique Kerber Tersingkir, Kejutan Terbesar

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Jerman Angelique Kerber, setelah berhasil mengalahkan lawannya Lesia Tsurenko pada pertandingan babak pertama  Australian Open di Melbourne Park, Melbourne, Australia, 16 Januari 2017. REUTERS/Thomas Peter

    Petenis Jerman Angelique Kerber, setelah berhasil mengalahkan lawannya Lesia Tsurenko pada pertandingan babak pertama Australian Open di Melbourne Park, Melbourne, Australia, 16 Januari 2017. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara tunggal putri Wimbledon, Angelique Kerber, dikalahkan petenis nomor 35 dunia, Danielle Collins, dan menjadi kejutan terbesar di Australian Open, Minggu 20 Januari 2019.

    Kerber, petenis nomor dua dunia dari Jerman, dikalahkan pemain Amerika Serikat, Danielle Rose Collins, 6-0, 6-2 secara telak dan hanya dalam waktu 56 menit pada babak keempat. Kerber mampu mematahkan servis lawan pada awal set kedua. Tapi, petenis Jerman ini kemudian juga kehilangan servisnya dan terus terpuruk seperti pada set pertama.

    “Saya bisa sering tampil lebih baik seperti sekarang. Saya hanya pergi ke lapangan tanpa rasa takut dan memberikan segala apa yang saya bisa,” kata Collins, 25 tahun, yang melakukan debutnya di Australian Open.

    Selanjutnya, Danielle Rose Collins akan menghadapi unggulan kelima yag juga dari Amerika, Sloane Stephens, atau petenis Rusia, Anastasia Pavlyuchenkova, pada perempat final.

    Collins memasuki lapangan Margaret Court Arena sebagai pemain yang tak diunggulkan atau underdog melawan juara Grand Slam tiga kali, Kerber. Tapi, petenis Amerika ini ternyata mampu memenangi set pertama hanya dalam waktu 20 menit.

    Petenis Amerika ini menghasilkan 29 kali pukulan kemenangan dan mematahkan servis Kerber pada Australian Open 2019 ini sebanyak enam kali.

    AUSTRALIAN OPEN | WTA TENNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.