Australian Open: Usai Federer, Tsitsipas Siap Gusur Bautista Agut

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Yunani, Stefanos Tsitsipas. (USA TODAY Sports)

    Petenis Yunani, Stefanos Tsitsipas. (USA TODAY Sports)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menggagalkan upaya hatrick Roger Federer, petenis Yunani Stefanos Tsitsipas menantang Roberto Bautista Agut (Spanyol) pada babak 16 besar Australian Open 2019, Senin.

    Pertarungan antara Tsitsipas dengan Agut diperkirakan berlangsung menarik karena kedua petenis tersebut sama--sama berlabel pembunuh raksasa pada babak sebelumnya.

    Jika Tsitsipas menyingkirkan juara bertahan, Agut adalah sosok yang mengalahkan finalis tahun lalu, Marin Cilic. Agut juga lah yang mengalahkan Andy Murray pada babak pertama Australian Terbuka 2019.

    Baca: 6 Fakta Steganos Tsitsipas, Bintang Muda Australian Open

    Tsitsipas sendiri memupus harapan Roger Federer untuk mencetak hattrick gelar Australian Open pada Minggu, saat petenis Yunani Stefanos Tsitsipas menundukkan bintang asal Swiss itu dan menjadi petenis Yunani pertama yang mencapai perempat final Grand Slam.

    Dalam pertandingan yang mempertemukan petenis tertua dan termuda yang tersisa dalam kelompok putra, Tsitsipas yang berusia 20 tahun mengatasi Federer 6-7(11), 7-6(3), 7-5, 7-6(5), di bawah cahaya Rod Laver Arena, mengakibatkan fans Yunani bingung sejenak di Melbourne Park.

    Federer (37 tahun), 20 kali juara Grand Slam, akan menyesali peluang-peluangnya, setelah gagal memanfaatkan salah satu dari 12 break point yang ia peroleh dari Tsitsipas selama pertandingan memukau yang sarat dengan pukulan-pukulan cemerlang itu.

    Sebaliknya, Tsitsipas lah yang menunjukkan kepala bijak anak muda pada tiebreak terakhir dari laga yang terus menegangkan.

    Ketika mendapat satu match point setelah pukulan forehand Federer terlalu panjang, ia memanfaatkannya, memaksakan kesalahan backhand dari petenis Swiss itu untuk mengumumkan bahwa ia adalah salah satu tahapan terbesar dalam turnamen tersebut.

    Ia mengangkat tangannya dalam kemenangan dan berteriak, membuat saudaranya menitikkan airmata gembira di box pemain.

    “Tidak ada yang bisa saya jelaskan, saya tidak bisa menjelaskan ini, saya orang paling bahagia di bumi sekarang,” kata Tsitsipas dalam wawancara di tepi lapangan.

    “Roger adalah legenda dalam olahraga kita, ia menunjukkan tenis yang bagus selama bertahun-tahun. Saya telah mengidolakannya sejak saya berusia enam tahun.

    “Saya tidak kehilangan kesabaran saya, bertahan dalam reli-reli itu. Adalah sangat penting untuk menyelamatkan breakpoint-breakpoint tersebut.”

    Tsitsipas mungkin ditetapkan untuk mendapat hadiah yang lebih besar, mencapai semifinal, jika ia mengalahkan unggulan 22 asal Spanyol Roberto Bautista Agut.

    Sementara Federer akan mencatat bahwa ia telah kalah pada babak 16 besar dalam dua Grand Slams terakhir, setelah kalah oleh petenis bukan unggulan asal Australia John Millman pada AS Terbuka.

    "Jelas saya tidak berjalan sesuai yang saya harapkan dengan sejumlah breakpoint tersebut," kata Federer yang mengaku sangat menyesali kegagalan di Australian Open 2019, dikutip dari Reuters.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.