Indonesia Masters 2019: Susi Minta Ulang Tampilan Asian Games

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana latihan di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Suasana latihan di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menargetkan tim Indonesia bisa mempertahankan gelar di turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2019. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susi Susanti mengatakan peluang merebut gelar juara terbuka lebar karena para pemain tampil di hadapan publik sendiri.

    Baca: Indonesia Masters 2019 Digelar, Ini Hadiah dan Juara Bertahan

    Dia berharap prestasi pemain Indonesia bisa kembali terulang seperti penampilan di Asian Games 2018. "Karena main di tempat yang sama harapannya bisa lebih baik (targetnya). Motivasinya jangan kendor," ucap Susi di konferensi pers turnamen Indonesia Masters, Jakarta, Senin, 21 Januari 2019.

    Indonesia Masters kembali digelar di Istora Senayan, Jakarta. Turnamen HSBC BWF World Tour Super 500 itu diadakan pada 22-27 Januari 2019. Sejumlah pemain top dunia ikut meramaikan di kejuaraan yang menyediakan total hadiah sebesar US$ 350 ribu.

    Baca: Usai Juarai Malaysia Masters, Marcus / Kevin Bidik Indonesia Masters

    Pada 2018, Indonesia berhasil merebut dua gelar juara. Kedua gelar disumbangkan oleh pemain tunggal putra Anthony Ginting dan pasangan ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Gideon.

    PBSI, Susi menambahkan, tidak mematok target kepada setiap atlet yang turun di Indonesia Masters. Sejauh ini bila melihat peringkat terbaik pemain Indonesia, nomor andalan ada pada Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. "Ganda putri sudah ada progres," kata Susi.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.