Bulu Tangkis: Liliyana NatsirMasih Pelajari Bisnis Penukaran Uang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan bulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kiri) dan Liliyana Natsir (kanan). ANTARA/INASGOC/Puspa Perwitasari/

    Pasangan bulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kiri) dan Liliyana Natsir (kanan). ANTARA/INASGOC/Puspa Perwitasari/

    TEMPO.CO, Jakarta -  Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir mengaku masih mempelajari bisnis penukaran mata uang selepas menggeluti usaha pijat refleksi dan properti di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

    "Saya ada mitra yang mengajar bisnis penukaran mata uang. Kalau saya sendiri, mana saya tahu hal itu. Tapi, bisnis itu masih dalam proses perizinan dan saya juga masih harus belajar banyak," kata atlet yang akrab disapa Butet itu selepas jumpa pers Indonesia Masters 2019 di Jakarta, Senin.

    Baca: Indonesia Masters 2019: Turnamen Perpisahan Liliyana Natsir

    Butet mengaku akan fokus pada tiga bisnis yang telah dijalaninya sejak 2015 setelah mengikuti turnamen Indonesia Masters 2019.

    "Saya berharap bisnis saya bisa sukses sebagaimana karir saya dalam bulu tangkis," ujar pemilik tempat pijat refleksi keluarga bernama Nine Family Reflexology itu.

    Butet mengaku ingin jeda dari bulu tangkis setelah "gantung raket" mulai akhir Januari 2019. Atlet berusia 33 tahun itu pun belum berpikir untuk menjadi pelatih ataupun tim pendukung atlet bulu tangkis baik dalam pelatnas PBSI ataupun di klub PB Djarum Kudus.

    Baca: Pensiun, Liliyana Natsir Buka Jasa Pijat Refleksi

    "Saya belum melirik ke start-up ataupun bisnis lain karena mengelola usaha yang sudah ada saja tidak mudah. Saya masih harus berkutat dengan persoalan sumber daya manusia walaupun sudah ada manajer yang mengelola usaha saya," kata peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu.

    Sementara dalam bisnis properti, Butet mengaku sudah sedikit mempelajari tren bisnis, aspek legalitas, maupun pemasaran produknya.

    "Saya juga punya mitra yang membantu mengurus detail properti. Tapi, saya juga belajar sedikit tentang aturan properti seperti cara membeli, cek surat-surat, dan tahapan pengurusannya," ujar perempuan yang telah 24 tahun berkarir sebagai atlet itu.

    Butet mengaku properti yang dijualnya berupa perumahan komplek dengan harga sekitar Rp400 juta di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

    "Saya sudah berada di pelatnas selama 12 tahun sejak 2002. Kalau berlatih bulu tangkis sampai sekarang, saya sudah 24 tahun berlatih bulu tangkis. Saya ingin menyegarkan diri dan melakukan hal lain," ujar Liliyana Natsir,yang merupakan kelahiran Manado, Sulawesi Selatan itu.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.