MotoGP: Jorge Lorenzo Kembali Jalani Operasi Tangan Kiri

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP tim Ducati Jorge Lorenzo (Spanyol) di sebuah tikungan di tes pra musim di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu, 28 Januari 2018. (AP Photo/Sadiq Asyraf)

    Pembalap MotoGP tim Ducati Jorge Lorenzo (Spanyol) di sebuah tikungan di tes pra musim di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu, 28 Januari 2018. (AP Photo/Sadiq Asyraf)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap MotoGP andalan tim Repsol Honda Jorge Lorenzo akan menjalani operasi pada tangan kiri untuk kedua kalinya setelah mengalami kecelakaan pada sesi latihan.

    Melansir pernyataan laman motogp.com, Senin, Lorenzo mengalami retak di pergelangan tangan kirinya dan akan dioperasi pada hari ini.

    Sebelumnya, tangan kiri pembalap berusia 31 tahun ini juga pernah dioperasi karena luka parah pasca mengalami kecelakaan di GP Thailand yang berakibat pada terganggunya jadwal akhir musim balap 2018.

    Juara dunia lima kali ini dibawa ke rumah sakit pada hari Minggu (20/1) setelah merasakan sakit di pergelangan tangan, yang dikonfirmasi oleh timnya karena retakan di pergelangan tangan kiri melalui akun resmi media sosial.

    Selain operasi di tangan kiri, pembalap asal Spanyol ini juga pernah menjalani operasi kaki kanan di bulan Desember, dan sekarang semestinya ia harus fit dan mengejar waktu guna menyiapkan uji balap pertamanya di sirkuit Sepang pada 6-8 Februari.

    Hal ini juga menyebabkan rencana Jorge Lorenzo untuk bergabung dengan rekan setimnya Marc Marquez di Madrid, Italia pada peluncuran resmi tim 2019 pada 23 Januari terancam gagal. Meski begitu, ia masih mengupayakan akan turut hadir dalam agenda tersebut, demikian dilaporkan Reuters.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.