Australian Open: Kisah Nishikori Berjuang 5 Jam ke Perempat Final

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Jepang, Kei Nishikori, mengembalikan bola ke petenis asal Serbia, Novak Djokovic, saat bertanding dalam semifinal turnamen tenis AS Terbuka 2018 di Pusat Tenis Nasional USTA Billie Jean King, New York, Amerika, 7 September 2018. Robert Deutsch-USA TODAY Sports

    Petenis asal Jepang, Kei Nishikori, mengembalikan bola ke petenis asal Serbia, Novak Djokovic, saat bertanding dalam semifinal turnamen tenis AS Terbuka 2018 di Pusat Tenis Nasional USTA Billie Jean King, New York, Amerika, 7 September 2018. Robert Deutsch-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Kei Nishikori bangkit dari ketertinggalan dua set untuk menyingkirkan petenis Spanyol Pablo Carreno Busta 6-7(8), 4-6, 7-6(4), 6-4, 7-6(8) pada pertandingan putaran empat turnamen Australian Open di Melbourne, Senin.

    Terjebak dalam pertandingan sepanjang lima set untuk ketiga kalinya dalam empat pertandingan, Nishikori berjuang untuk menghadapi tekanan fisik dan mental manakala Carreno Busta menguasai dua set pertama.

    Petenis unggulan kedelapan dari Jepang itu pada akhirnya mampu membalas ketertinggalannya dan menyudahi perlawanan Carreno Busta untuk satu tiket ke babak perempat final.

    Di babak selanjutnya, Nishikori akan bertemu dengan petenis ranking satu dunia asal Serbia Novak Djokovic yang sebelumnya telah mengalahkan petenis Rusia Daniil Medvedev.

    Nishikori membuat sebuah break di set kelima dan tertinggal 5-8 di tiebreaker sebelum mampu mencetak lima poin untuk mengunci kemenangan bagi dirinya dalam waktu lima jam dan lima menit di Margaret Court Arena.

    "Saya rasa itu tidak cukup," canda Nishikori ketika disinggung bahwa dia telah menghabiskan waktu selama 13 jam dan 47 menit di empat pertandingan yang dia jalani.

    "Tidak gampang tentunya. Hari ini adalah pertandingan paling berat. Saya akan mencoba memulihkan diri besok," kata dia.

    Pertandingan paling lama di turnamen itu berakhir dengan insiden ketika Carreno Busta protes dengan keputusan wasit tentang posisi jatuhnya bola ketika dia memimpin 8-5 di tiebreak final.

    Setelah kalah, dia melempar tas raketnya ke lapangan dan berteriak ke arah wasit.

    "Saya sangat sedih... karena setelah lima jam berjuang, setelah lima jam pertandingan, caraku meninggalkan lapangan tidak lah benar dan aku meminta maaf," kata petenis peringkat 23 dunia itu atas kegagalan di Australian Open.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.