Australian Open: Tekuk Barty, Kvitova Bikin Patah Hati Tuan Rumah

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Rep. Ceko, Petra Kvitova mengembalikan pukulan lawanya saat melawan petenis Rusia, Irina-Camelia Begu dalam pertandingan babak kedua Australia Open, 16 Januari 2019. REUTERS/Lucy Nicholson

    Petenis Rep. Ceko, Petra Kvitova mengembalikan pukulan lawanya saat melawan petenis Rusia, Irina-Camelia Begu dalam pertandingan babak kedua Australia Open, 16 Januari 2019. REUTERS/Lucy Nicholson

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis putri Republik Cek, Petra Kvitova, akhirnya memupus harapan tuan rumah Australian Open 2019, Ashleigh Barty pada pertandingan babak perempat final di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Selasa 22 Januari 2019, dengan kemenangan 6-1, 6-4.

    Pada kedudukan 5-4 untuk Kvitova, petenis kidal dari Republik Cek ini mendapat giliran melakukan pukulan servis. Dengan rentetan servis yang keras, Kvitova terus menekan Barty sehingga bintang baru tuan rumah ini menyerah.

    Petra Kvitova memastikan kemenangannya dengan setelah sebuah pukulan smes membawanya meraih match point dan kemudian menyudahi perlawanan penjegal Maria Sharapova itu.

    Selanjutnya Petra Kvitova akan memburu final Grand Slam untuk pertama kali sejak Wimbledon 2014.

    Berbicara kepada pembawa acara di lapangan seusai pertandingan, yaitu mantan petenis putra nomor satu dunia dari Amerika Serikat, Jim Courier, Petra Kvitova mengatakan, “Saya minta maaf kepada kalian (penonton yang sebagian besa pendukung Ashleigh Barty)! Saya mengalahkan Ashleigh! Ia adalah pribadi yang menyenangkan dan kalian seharusnya bangga dengannya. Ia hebat.”

    Kemenangan Petra Kvitoba melawan Ashleigh Barty pada perempat final Australian Open 2019 membuat Simona Halep kehilangan posisinya sebagai petenis nomor satu dunia pada Senin mendatang.

    AUSTRALIAN OPEN | WTA TENNIS  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?