ESport Incar Dua Medali di SEA Games Manila

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi eSports. (foxpsorts.com.au)

    Ilustrasi eSports. (foxpsorts.com.au)

    TEMPO.CO, Jakarta - SEA Games 2019 di Manila akan menjadi ajang pertama bagi cabang olahraga elektronik atau eSport. Pada Asian Games 2018 eSport baru tampil sebagai eksibisi atau pertandingan demonstrasi.

    Pada pesta olahraga dua tahunan antarnegara Asia Tenggara nanti ada enam nomor yang akan dipertandingkan. Nomor itu terdiri dari dua game konsol, yakni NBA 2K19 dan Tekken 7. Lalu dua game PC, terdiri dari Dota 2 dan StarCraft II. Berikutnya dua game mobile, Mobile Legends dan Arena of Valor (AOV).

    Ketua Asosiasi eSport Indonesia Eddy Lim mengatakan tim Indonesia punya peluang membawa pulang medali pada SEA Games yang digelar Desember nanti. "Kans terbesar ada di Dota 2 dan Tekken 7," kata Eddy di Jakarta, Senin, 28 Januari 2019.

    Peluang ketiga medali bisa diraih pada nomor Mobile Legends. Eddy menyebut dari sisi persaingan ada dua negara yang bisa menjadi pesaing utama Indonesia. "Peluang keempat ada di AOV tapi di Asian Games hasilnya kurang bagus," ucap dia.

    Lebih lanjut, Asosiasi eSport Indonesia hanya akan mengirim atlet pada nomor pertandingan yang berpeluang meraih medali. Ia menilai untuk nomor lainnya, seperti StarCraft II besar kemungkinan tidak ada wakil Indonesia mengingat sedikit sekali atlet yang bisa memainkan game tersebut. "Kami jauh dari Filipina (pesaing). Kemungkinan tidak mengirim," ucapnya.

    Dari aspek kualitas permainan eSport, Eddy menuturkan, tidak ada perbedaan yang jauh antara satu pemain dengan pemain lainnya. Menurut dia, tuan rumah Filipina akan menjadi pesaing utama diikuti oleh Malaysia, dan Vietnam. "Pelatnasnya dijadwalkan dimulai usai pemilihan umum," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.