Ganda Campuran Mencari Pengganti Liliyana Natsir

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih saat gelar juara dalam ajang All England 2014, sebelumnya pasangan ini juga berjaya pada 2011 dan 2012. badmintonindonesia.org

    Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih saat gelar juara dalam ajang All England 2014, sebelumnya pasangan ini juga berjaya pada 2011 dan 2012. badmintonindonesia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim bulu tangkis Indonesia harus kehilangan dua pemain ganda campuran sekaligus. Mereka adalah Liliyana Natsir dan Debby Susanto yang memutuskan pensiun dari bulu tangkis.

    Liliyana yang berpasangan bersama Tontowi Ahmad merupakan ganda campuran terbaik saat ini. Berbagai gelar juara sudah diraih oleh pasangan yang menempati peringkat empat dunia itu. Debby bisa dibilang andalan kedua ketika masih berpasangan dengan Praveen Jordan. Debby/Jordan yang pernah menjuarai All England 2016 sempat merasakan posisi empat besar dunia.

    Bila melihat peta persaingan ganda campuran di dunia saat ini, Indonesia tampaknya akan mengandalkan dua pasangan, yakni Hafiz Faizal/Gloria Widjaja (peringkat 14 dunia) dan Praveen Jordan/Melati Oktavianti (peringkat 15).

    Di tengah turnamen Indonesia Masters 2019, Gloria merasa ada tantangan tersendiri dengan mundurnya Liliyana. Ia tak menutupi bila ada beban untuk mencapai hasil terbaik di setiap turnamen. Namun pemain berusia 25 tahun itu memilih fokus memperbaiki peringkat. "Motivasinya ingin tembus top ten lalu ke top five," ucapnya di Jakarta.

    Pemain ganda campuran Zheng Siwei menilai Hafiz/Gloria dan Praveen/Melati mempunyai peluang besar menggantikan posisi Tontowi/Liliyana di peringkat 10 besar. Meski demikian, pemain asal Cina yang duduk diperingkat satu dunia itu menyatakan akan ada pesaing baru lainnya yang berpeluang menggeser posisinya. "Banyak yang baru, salah satunya dari Jepang," kata Zheng.

    Pelatih ganda campuran Indonesia Richard Mainaky punya pandangan lain. Ia menyatakan tak khawatir dengan kepergian Liliyana dan Debby. Tim pelatih, lanjutnya, berkeyakinan akan ada pengganti yang tepat di ganda campuran. Untuk saat ini, Tontowi akan berpasangan dengan Winny Oktavina Kandow.

    Richard optimistis Tontowi/Winny bisa bersaing dengan jajaran pemain elit dunia. Tontowi yang kaya dengan pengalaman dan Winny yang muda bisa menjadi andalan Indonesia merebut tiket ke Olimpiade 2020.

    Sebagai ujian awal, Tontowi / Winny disiapkan tampil pada tiga turnamen, yakni Spain Masters 2019, German Open 2019, dan All England 2019. "Saya sudah bicara dengan Tontowi. Sekarang dia harus fokus dan kerja keras karena mulai dari bawah lagi," ucap Richard di Jakarta, Ahad kemarin.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?