Gosip Seputar MotoGP 2019, Hari Ini

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi (kanan), menunjukkan desain helm barunya seusai balapan MotoGP Italia di sirkuit Mugello, di Scarperia, Italia, Ahad, 3 Juni 2018. Rossi naik dua peringkat ke urutan kedua klasemen, tertinggal 23 poin dari Marquez yang masih memuncaki klasemen. AP/Antonio Calanni

    Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi (kanan), menunjukkan desain helm barunya seusai balapan MotoGP Italia di sirkuit Mugello, di Scarperia, Italia, Ahad, 3 Juni 2018. Rossi naik dua peringkat ke urutan kedua klasemen, tertinggal 23 poin dari Marquez yang masih memuncaki klasemen. AP/Antonio Calanni

    TEMPO.CO, Jakarta - Gosip menjelang musim balap MotoGP 2019 di beberapa bagian dunia, hari ini:

    1. Valentino Rossi menginspirasi juara Reli Dakar, Nasser Al-Ittiyah untuk membangun sirkuit pribadi di dekat Barcelona. Rossi sudah lama memiliki sirkuit pribadi di Tavulia, Italia untuk berlatih motor cross bagi dirinya dan murid-murid di akademi balap miliknya.

    2. Mantan juara MotoGP asal Australia, Mick Doohan mengatakan bahwa Marc Marquez dan Jorge Lorenzo tak perlu bersaing terlalu ketat jika ingin tim Honda memenangi balap musim ini.

    Stefan Bradl. REUTERS/Albert Gea

    3. Pembalap Jerman, Stefan Bradl direncanakan menggantikan Jorge Lorenzo dalam sesi uji resmi MotoGP 2019 di Sirkuit Sepang pada 6-8 Februari.

    4. Sirkuit KymiRing di Finlandia sudah mendekati tahap akhir pembangunan, sehingga kemungkinan besar akan siap digunakan untuk musim balap MotoGP 2020 dalam seri GP Finlandia.

    5. Manajer tim Ducati MotoGP, Davide Tardozzi mengatakan bahwa Jorge Lorenzo telah meninggalkan warisan semangat untuk tidak mudah menyerah selama dua musim bersama Ducati sebelum pindah ke Honda tahun ini.

    CRASH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.