Menteri Olahraga Sebut Perlu Ada Kurikulum eSport

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Imam Nahrawi saat membuka grand final kompetisi esports JD.id High School League di Kelapa Gading, Jakarta pada Kamis 13 Desember 2018. (esports.id)

    Menpora Imam Nahrawi saat membuka grand final kompetisi esports JD.id High School League di Kelapa Gading, Jakarta pada Kamis 13 Desember 2018. (esports.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga menyatakan perlu ada kurikulum di sekolah untuk mengembangkan olahraga elektronik atau eSport. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menilai kehadiran kurikulum harus bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Imam berpandangan eSport mempunyai prospek yang cerah, baik dari sisi industri maupun prestasi. "Kami ingin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar di masing-masing sekolah bisa difasilitasi," ucap Imam di acara peluncuran turnamen Youth National Esports Championship 2019 di Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019.

    Menpora menjelaskan di level prestasi para atlet eSport tak sekedar bermain game. Layaknya cabang olahraga arus utama, atlet eSport juga mempunyai pelatih dan dituntut menjaga kebugaran. "Ada nilai-nilai olahraga, seperti sportivitas dan kerja sama. Jadi kalau ada yang pertanyakan eSport bukan olahraga maka harus diluruskan," kata Imam.

    Garena bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga meluncurkan pertandingan eSport tingkat pelajar pertama di Indonesia. Turnamen tersebut diadakan di 22 kota dengan melibatkan 40 ribu pelajar dan 5.000 tim.

    Ada dua game yang dipertandingkan di Youth National Esports Championship 2019, yakni Arena of Valor dan Free Fire. Nantinya, pelajar yang keluar sebagai juara akan mendapatkan beasiswa dan dikirim mengikuti kejuaraan di luar negeri.

    Ketua Asosiasi eSport Indonesia Eddy Lim menjelaskan bentuk kurikulum yang bisa diterapkan sekolah, misalnya melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM) atau ekstrakurikuler. Menurut Eddy, penerapan eSport di sekolah tak melulu soal mencetak atlet juara tapi bisa juga mengembangkan dari sisi industri. "Kalau juara kan hanya tiga, tapi bicara industri yang besar," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.