Kurash Incar Dua Medali Emas di SEA Games Manila

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet kurash Indonesia Susanti (kanan) mengunci atlet kurash India Pincky Balhara (kiri) saat bertanding pada babak perempat final putri -52kg Asian Games 2018 di Assembly Hall JCC Senayan, Jakarta, Selasa (28/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Helmi Afandi

    Atlet kurash Indonesia Susanti (kanan) mengunci atlet kurash India Pincky Balhara (kiri) saat bertanding pada babak perempat final putri -52kg Asian Games 2018 di Assembly Hall JCC Senayan, Jakarta, Selasa (28/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Helmi Afandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI) menyatakan ada peluang merebut medali di ajang SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Ketua Umum PBKI Abdul Hafil menilai kontingen Kurash Indonesia bertekad membawa pulang dua medali di pesta olahraga negara-negara se-Asia Tenggara itu.

    Abdul optimistis setidaknya para atlet bisa merebut dua medali emas. "Kami harus mendapatkan dua medali emas," kata dia melalui siaran pers yang diterima Tempo, Selasa, 29 Januari 2019.

    Kurash merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang tampil perdana di Asian Games 2018. Olahraga gulat asal Uzbekistan itu akan dipertandingkan di SEA Games 2019. Sebanyak 10 nomor pertandingan akan dimainkan di SEA Games, yakni lima nomor putra dan lima nomor putri.

    PBKI sejauh ini menyiapkan atletnya di semua nomor yang dipertandingkan. Tim Kurash Indonesia membuat kejutan pada Asian Games kemarin. Atlet putri Khasani Najmu Shifa yang turun di kelas 63 kilogram berhasil merebut medali perunggu.

    Sebagai langkah awal menuju SEA Games, Abdul melanjutkan, PBKI tengah menggelar Seleksi Nasional di Ciloto, Jawa Barat. Seleknas bertujuan untuk menyaring atlet-atlet yang akan masuk ke pemusatan latihan nasional.

    Selain Seleknas, ajang mencari atlet kurash yang berangkat ke SEA Games dilakukan juga melalui kejuaraan nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan digelar pada Juni. "Kejurnas sekaligus menjadi ajang promosi degradasi atlet Pelatnas," kata Abdul.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.