WAGs: Paulina Procyk, Pengacara Modis Kekasih Krzysztof Piatek

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain baru AC Milan Krzysztof Piatek dan pasangannya, Paulina Procyk. (instagram/@paulynaaa_a)

    Pemain baru AC Milan Krzysztof Piatek dan pasangannya, Paulina Procyk. (instagram/@paulynaaa_a)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Krzysztof Piatek memberi warna baru bagi klub Liga Italia AC Milan. Penyerang asal Polandia ini membawa WAGs (pacar dan pasangan pemain bola) yang menarik: Paulina Procyk. Ia juga langsung menggebrak dengan sumbangan dua golnya.

    Piatek , 23 tahun, memikat perhatian banyak pihak dengan ketajamannya musim ini. Setelah pindah dari Cracovia, ia mampu menyumbang 19 gol dalam 21 laga untuk Genoa. AC Milan, yang baru kehilangan Gonzalo Higuain, langsung merekrutnya.

    Kini, Piatek sudah mampu memberi dua gol buat klub barunya itu. Ia memborong kedua gol tersebut saat mengalahkan Napoli 2-0 dalam laga kedua perempat final Coppa Italia, Selasa.

    Baca: AC Milan Bayar Krzysztof Piatek Rp 564 Miliar dari Genoa

    Kedatangan Piatek menambah warna dalam jajaran WAGs Milan. Paulina Procyk, 27 tahun, bukanlah pasangan yang sekedar ikut-ikutan dan menyesap ketenaran kekasihnya. Ia adalah lulusan University of Wroclaw dan kini berprofesi sebagai pengacara.

    Bila menengok akun instagramnya, yang memiliki 31 ribu pengikut, ia juga seorang wanita yang sadar fashion. Deretan foto dia dengan baju favoritnya ia tampilkan.

    Tentu saja ada juga postingan foto Piatek, juga foto kebersamaan mereka. Dalam satu foto, Paulina Procyk menulis, "Saya bangga kepadamu. Saya tak tahu lagi apa yang perlu ditambahkan."

    Lalu, ia melanjutkan kalimat cintanya untuk Piatek, "Saya bangga denganmu karena kami telah bekerja keras dan akan selalu bekerja keras untuk meningkatkan diri setiap hari. Kini mimpimu jadi kenyataan. Aku cinta padamu."

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.