PSSI Kirim Bima Sakti ke Inggris untuk Tempa Kualitas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bima Sakti. (pssi.org)

    Bima Sakti. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menugaskan pelatih Timnas U-16 Bima Sakti berangkat ke Inggris untuk menempa kualitasnya sebagai juru taktik.

    "Bima Sakti berada di sana khusus untuk meningkatkan kualitas, kapasitas dan pengalamannya sebagai tim nasional," ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria di Jakarta, Rabu.

    Ratu Tisha melanjutkan, Bima Sakti akan terlibat dalam program Garuda Select. Garuda Select merupakan satu tim terdiri dari 24 pesepak bola U-16 Indonesia yang dikirimkan ke Inggris untuk berlatih dan berkompetisi di Inggris.

    Bima akan menjadi asisten dari Dennis Wise, direktur teknis dari tim Garuda Select dan akan berada di Negeri Tiga Singa selama enam bulan. Bima Sakti bukan satu-satunya pelatih asal Indonesia yang terlibat dalam Garuda Select.

    Selain Bima, ada pula Gde Mahatma, Ilham Romadona dan Sopian Hadi yang berlatar belakang pelatih klub usia muda.

    "Target kami adalah meloloskan timnas Indonesia ke Olimpiade 2024. Kami fokus ke sana dengan meningkatkan kapasitas dan kuantitas pelatih serta pemain. Kami memberikan kesempatan pemain serta pelatih untuk merasakan pengalaman bertanding di luar negeri," tutur Ratu Tisha.

    Para pelatih Indonesia yang berada ikut dalam program Garuda Select, kata Ratu Tisha, nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung proses kursus lisensi pelatih di Federasi Sepak Bola Inggris (FA).

    Bima Sakti pun menyambut baik penugasan PSSI tersebut. Menurut pelatih timnas Indonesia di Piala AFF 2018 itu, dia siap menerapkan pengalamannya selama di Inggris untuk tim nasional.

    "Ini kesempatan luar biasa. Terima kasih kepada PSSI. Saya siap menimba ilmu lagi, semoga banyak hal-hal baru yang saya dapatkan," kata Bima.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.