Yakin Karate ke Olimpiade, Gatot Nurmantyo Pertaruhkan Jabatan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (tengah) memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 8 Mei 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (tengah) memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 8 Mei 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Jenderal Pur Gatot Nurmantyo berani mempertaruhkan jabatannya jika olahraga karate Indonesia tidak masuk pada Olimpiade 2020 di Jepang.

    "Yakin ada atlet kita akan masuk (Olimpiade) nantinya, saya pertaruhkan jabatan saya," ujarnya usai melantik Ketua Umum Forki Provinsi Kalsel periode 2018-2022 di objek wisata Kiram Park Kabupaten Banjar, Kalsel, Rabu.

    Menurut dia, keyakinannya tersebut berdasarkan prestasi yang diraih atlet karate Indonesia saat berlaga di Asian Games 2018 di Jakarta.

    "Ini sebuah hal yang membanggakan pada cabang olahraga Olimpiade yang dipertandingkan di Asian Games lalu, cabang olahraga karate masuk diperingkat dua terbanyak perolehan medali di bawah Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI)," ujarnya.

    "Cabang olahraga Karate dapat meraih empat medali, bahkan ada medali emas," tuturnya.

    Menurut Gatot, pihaknya sudah mempersiapkan atlet-atlet yang akan berlaga di Olimpiade tersebut. "Mereka kita ikutkan untuk mencari poin di berbagai liga dunia," tuturnya.

    Sebab, kata dia, untuk bisa ikut di Olimpiade, para atlet harus memiliki poin tersendiri, tidak otomatis per negara diberi kuota. "Jadi kita memang harus rajin mengikutkan atlet kita tanding internasional," terangnya.

    Menurut dia, cabang olahraga karate ditargetkan bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga dunia tersebut, sehingga harus sangat serius pembinaannya.

    Dia memberikan motivasi kepada para atlet, bahwa mereka bisa menjadi patriot bangsa tanpa harus berperang untuk negara-negara lain hormat kepada bangsanya.

    "Sebab kalau sudah berprestasi tinggi di kancah internasional tersebut, saat bendera merah putih dikibarkan seluruh peserta dari berbagai negara berdiri menghormat, itu hebatnya di olahraga," kata Gatot Nurmantyo.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.