Tenis Dunia: Juara di Rusia, Kiki Bertens Raih Gelar Kedelapan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Belanda, Kiki Bertens mengembalikan pukulan lawannya Serena Williams pada babak kedua U.S. Open di New York, 2 September 2015. Serena membungkam Bertens 7-6, 6-3. AP/Charles Krupa

    Petenis asal Belanda, Kiki Bertens mengembalikan pukulan lawannya Serena Williams pada babak kedua U.S. Open di New York, 2 September 2015. Serena membungkam Bertens 7-6, 6-3. AP/Charles Krupa

    TEMPO.CO, Jakarta - Unggulan kedua Kiki Bertens asal Belanda mengalahkan petenis Kroasia Donna Vekic 7-6 (2) 6-4 untuk memenangkan turnamen St Petersburg Ladies Trophy, Rusia, pada Minggu. Ia sekaligus memastikan gelar juara WTA yang kedelapan.

    Bertens, petenis peringkat delapan dunia, sempat tertinggal 5-2 pada set pertama sebelum melakukan kebangkitan perlawanan yang luar biasa.

    "Saya ingin mengucapkan selamat kepada Donna pada Minggu yang hebat dan maaf untuk hari ini. Ini adalah final yang luar biasa untuk dimainkan. Saya akan kembali tahun depan," kata Bertens setelah menerima trofi.

    Petenis Belanda itu memenangi 17 dari 18 poin untuk mengimbangi dan kemudian memenangkan tiebreak set pertama melawan Vekic, yang dengan tekad kuatnya petenis Kroasia mengeluarkan serangan tak terduga sebelum dipatahkan servisnya di awal set kedua.

    Vekic, 22 tahun, menolak menyerah tanpa perlawanan. Ia balik mematahkan serangan dan memenangkan tiga game berturut-turut sebelum Bertens kembali bangkit untuk memadamkan peluang pertandingan ke set ketiga dengan break servis kedua yang menentukan.

    Kedua petenis masing-masing membuat 33 kesalahan sendiri, tetapi Bertens memenangkan 79 persen dari poin servis pertamanya dan menekan delapan ace dan 27 kemenangan dibandingkan dengan Vekic yang hanya 16.

    "Selamat kepada Kiki. Anda terlalu kuat untuk saya hari ini," kata Vekic. "Saya benar-benar menantikannya untuk bermain ganda di Indian Wells.

    "Maaf, (pelatih) Torben (Beltz) kami harus menunggu sedikit lebih lama untuk meraih gelar pertama itu, tetapi setidaknya dengan final semakin besar."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.