Tinju Dunia: Kembali Juara, Kovalev Targetkan Unifikasi Gelar

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eleider Alvarez (kanan) dan Sergey Kovalev. (badlefthook.com)

    Eleider Alvarez (kanan) dan Sergey Kovalev. (badlefthook.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju Rusia, Sergey Kovalev, menargetkan bisa melakukan unifikasi gelar juara tinju dunia kelas berat ringan setelah merebut kembali gelar WBO. Ia baru saja mengalahkan Eleider Alvarez, asal Kolombia, lewat kemenangan angka mutlak dalam pertarungan di Texas, Amerika, Ahad WIB.

    "Setelah ini saya ingin melakukan unifikasi gelar," kata petinju berusia 35 tahun itu.

    Baca: Tinju Dunia: Usai Kalah TKO, Tomassone Melamar Kekasihnya di Ring

    Untuk melakukan unifikasi gelar Kovalev harus bisa mengalahkan Artur Beterbiev (juara IBF), Dmitry Bivol (WBA), dan Oleksandr Gvozdyk (WBC).

    Kemenangan Kovalev, yang memulai karier pronya sejak 1990, menjadikan dia petinju pertama yang mampu menjuarai kelas berat ringan tiga kali. Rekor bertandingnya kini menjadi 33-3-1 (28 KO). Selain dari Alvarez, ia juga kalah dua kali dari Andre Ward pada 2017 dan 2016.

    Kovalev mengatakan, ia menggali kembali gaya bertinjunya saat amatir setelah dikalahkan Alvarez pada Agustus tahun lalu. "Kami melatih jab. Saya membawa kembali kemampuan dari masa amatir saya," kata dia.

    BOXINGSCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.