Sejarah Baru, Dua Cheerleaders Pria Tampil di Arena Super Bowl

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Quinton Peron (kiri) dan Napoleon Jinnies, membuat sejarah dengan menjadi cheerleaders lelaki pertama di arena Super Bowl 2019, Atlanta, Ahad, 3 Februari. (reuters)

    Quinton Peron (kiri) dan Napoleon Jinnies, membuat sejarah dengan menjadi cheerleaders lelaki pertama di arena Super Bowl 2019, Atlanta, Ahad, 3 Februari. (reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejarah tercipta di sela pertandingan Super Bowl 2019, final sepak bola Amerika (NFL), yang berlangsung di Atlanta, Ahad, 3 Februari 2019. Untuk pertama kalinya ada dua lelaki yang tampil sebagai pemandu sorak (cheerleaders) di arena tersebut.

    Quinton Peron, 26 tahun, dan Napoleon Jinnies, 28 tahun, hadir di antara wanita-wanita seksi yang jadi penyemangat tim Los Angeles Rams, yang malam itu bermain melawan New England Patriots.

    Baca: Deretan Bintang Terbius Super Bowl: Harry Kane, Bolt, McGregor

    Peron sangat senang tampil dan menorehkan sejarah. "Senyum tak pernah meninggalkan wajah saya sejak tiba di sini," kata dia.

    Peron berasal dari Rancho Cucamonga dan mulai belajar menari sejak usia 16 tahun. Sedangkan Jinnies berasal dari Santa Barbara, California, dan memulai menari sejak berusia 12 tahun. Keduanya merupakan penari profesional.

    Apakah mereka tak pernah merasa malu? "Anda harus berkulit tebal untuk melakukan apapun. Anda hanya harus pergi ke sana dan melakukannya," kata Jinnies.

    Baca: MMA: Conor McGregor Dituding Hamili Perempuan Hingga Punya Anak

    Sayangnya di final Super Bowl itu, Peron dan Jinnies harus melihat timnya kalah. Rams, yang merupakan juara National Football Conference (NFC) ditekuk Patriors, juara American Football Conference (AFC), dengan skor 13-3.

    THE SUN | DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.