Kasus Hakeem Al-Araibi Bikin Hubungan Australia - Thailand Tegang

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hakeem Al-Araibi, pemain sepak bola berstatus pengungsi dari Bahrain yang ditahan di Thailand. (AAP/news.com.au)

    Hakeem Al-Araibi, pemain sepak bola berstatus pengungsi dari Bahrain yang ditahan di Thailand. (AAP/news.com.au)

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Sepak Bola Australia (FFA) membatalkan rencana latihan tim nasional U-23 ke Thailand sebagai bentuk protes atas keputusan negara Gajah Putih itu menahan Hakeem al-Araibi, pemain asal klub semi-profesional Pascoe Vale dari negara bagian Victoria dan kebetulan berstatus sebagai pengungsi.

    Pelatih Graham Arnold mengatakan, tim nasional Australia membela Al-Araibi, yang harus menjalani tambahan hukuman penjara selama dua bulan sebelum diputuskan nasibnya lebih lanjut.

    Al-Araibi sedang berjuang melawan proses ekstradisi dikirim kembali ke Bahrain, dimana ia khawatir akan dipenjara dan disiksa, seperti yang terjadi pada 2012.

    FFA sebenarnya sudah menyusun rencana sejak tahun lalu, yaitu menjalani pertandingan persahabatan menghadapi Cina di Bangkok sebagai persiapan menghadapi penyisihan Kejuaraan AFC U-23 yang akan digelar di Kamboja pada Maret mendatang. Saat ini FFA sedang mencari alternatif lain sebagai pengganti jadwal ke Thailand.

    "Sekembali dari Piala Asia baru-baru ini kami mengubah rencana menyusul adanya penahanan terhadap Hakeem al-Araibi, pemain sepak bola Australia di penjara Thailand," kata Arnold.

    "Kami sedang merancang ulang rencana persiapan latihan di negara Asia lain. Tim nasional Australia bersatu dalam mendukung Hakeem al-Araibi dan meminta masyarakat terus menuntut pembebasannya," katanya.

    Aksi tim nasional Australia tersebut seiring dengan meningkatnya tekanan terhadap Thailand agar membebaskan Al-Araibi dan mengizinkannya kembali ke Australia, dimana ia membela tim semi-profesional Pascoe Vale dari Victoria.

    Pendukung Al-Araibi juga mengimbau agar FIFA dan IOC sebagai badan olahraga dunia, pemberlakuan sanksi dan boikot terhadapi Bahrain dan Thailand.

    Pada Selasa lalu, klub Rubgy Australia Super, Melbourne Rebels, menjadi sasaran kemarahan di media sosial setelah mengumumkan perjanjian kerjasama sponsorship dengan Thai Airways. Klub tersebut dituduh "tuli" dan tidak bisa membaca situasi yang terjadi.

    Pada Selasa lalu, FFA menjanjikan US$ 10.000 sebagai dana awal dalam upaya pengumpulan dana untuk membantu agar Al-Araibi dikembalikan ke Australia.

    Tim nasional U-23 Australia dijadwalkan tiba di pusat pelatihan di Bangkok pada 11 Maret untuk menjalani dua kali pertandingan persahabatan pada 14 dan 17 Maret, sebelum bertolak ke Kamboja untuk mengikuti kualifikasi Piala Asia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.