Tinju Dunia: Lawan Miller di AS, Joshua Bisa Raih Rekor Bayaran

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juara kelas berat sejati asal Inggris, Anthony Joshua usai memukul KO penantangnya asal Rusia, Alexander Povetkin di Stadion Wembley London pada Sabtu 22 September 2018. (Reuters)

    Juara kelas berat sejati asal Inggris, Anthony Joshua usai memukul KO penantangnya asal Rusia, Alexander Povetkin di Stadion Wembley London pada Sabtu 22 September 2018. (Reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Anthony Joshua untuk mempertahankan gelar tinju dunia kelas berat WBA, IBF, dan WBO yang disandangnya pada 13 April di Wembley, London, Inggris, berantakan. Tyson Fury dan Dillian Whyte yang ia incar jadi lawan sama-sama menghindar.

    Baca: Jadwal Tinju Dunia Akhir Pekan Ini: 4 Perebutan Gelar Juara

    Kini rencana baru tengah disusun. Eddie Hearn, promotor petinju asal Inggris itu, berusaha mewujudkan pertarungan di New York, Amerika, pada 1 Juni. Lawan yang tengah dijajaki adalah Jarrell Miller, petinju Amerika berusia 30 tahun.

    Sejauh ini, menurut The Sun, negosiasi terlihat menjanjikan. Bila duel terjadi akan jadi sejarah baru bagi Joshua yang akan bertarung untuk pertama kalinya di Amerika. Ia juga disebut-sebut akan akan mendapatkan bayaran 25 juta pound sterling (Rp 452 miliar), yang tertinggi sepanjang kariernya.

    Baca: Tinju Dunia: Saul Canelo Alvarez vs Daniel Jacobs di Las Vegas

    Joshua memiliki rekor bertanding 22-0 (21 KO). Sedangkan rekor Jarrell Miller adalah 21-2 (9 KO).

    Anthony Joshua, 29 tahun, saat ini menjadi salah satu dari pemegang sabuk gelar juara dunia kelas berat, bersama Deontay Wilder. Laga unifikasi gelar belum bisa dilakukan karena Wilder, asal Amerika, lebih memilih melakukan rematch melawan Fury pada pertengahan tahun ini.

    THE SUN | DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.