Tim Penyelamat Emiliano Sala Temukan Mayat di Pesawat

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang suporter memegang foto Emiliano Sala di Nantes, setelah muncul kabar pesawat yang ditumpangi pemain baru Cardiff City itu hilang pada 22 Januari 2019. REUTERS/Stephane Mahe

    Seorang suporter memegang foto Emiliano Sala di Nantes, setelah muncul kabar pesawat yang ditumpangi pemain baru Cardiff City itu hilang pada 22 Januari 2019. REUTERS/Stephane Mahe

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim penyelamat menemukan mayat di bangkai pesawat yang mengangkut pemain sepak bola Cardiff City, Emiliano Sala, dan pilot David Ibbotson.

    Menurut laporan The Sun, pesawat kecil yang mengangkut Sala, 28 tahun, dan Ibbotson, 59 tahun, ditemukan dilepas pantai Alderney di kawasan Selat Inggris pada Ahad, 3 Februari 2019, atau 13 hari sejak jet yang ditumpangi itu hilang dari pantauan radar.

    Sementara itu, Badan Investigas Insiden Udara, AAIB, dalam keterangannya kepada media mengatakan, pihaknya sukses menemukan kembali badan pesawat di kedalaman 220 feet atau sekitar 67 meter.

    Salah seorang anggota tim penyelamat menerangkan, mereka menggunakan robot selam untuk mengeluarkan mayat yang ada di dalam bangkai pesawat tersebut.

    Namun, mereka belum bisa mengungkapkan apakah mayat yang di dalam pesawat tersebut Sala atau pilot. Selanjutnya, mayat tersebut akan dibawa ke Portland dan diserahkan ke otoritas untuk diperiksa.

    Jet yang ditumpangi Sala mengalami kecelakaan pada 21 Januari 2019, sekitar pukul 20.30 malam waktu setempat. Insiden tesebut, menurut pengamat penerbangan, kemungkinan akibat ada tumpukan es di sayap sehingga pesawat jatuh ke Selat. Kecelakaan itu dialami ketika Sala sedang dalam perjalanan dari Nantes, Prancis, menuju ibu kota Wales, Cardiff City. Dia pindah ke klub tersebut dari Nantes.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.