Gebrakan Awal Tahun GT Radial, Bakal Lebih Giat di Balap Mobil

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ban GT Radial Savero komodo. foto: PT Gajah Tunggal

    Ban GT Radial Savero komodo. foto: PT Gajah Tunggal

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengawali tahun 2019, PT Gajah Tunggal Tbk melalui merek ban mobil GT Radial kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan 500 Brand Champions 2019. Penghargaan ini diprakasai oleh Infobrand.id yang bekerjasama dengan lembaga riset TRAS N CO untuk merek-merek unggulan yang memasarkan produknya di Indonesia.

    Terpilihnya GT Radial sebagai Brand Champions 2019 membuktikan bahwa merek ban asli Indonesia ini telah berhasil membangun brand image yang baik di masyarakat. Setiap aktivitas pemasaran yang dilakukan selalu dikolaborasikan dengan kegiatan penjualan yang memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi produk.

    Pemasaran GT Radial paling ampuh adalah peran aktif dalam kegiatan olahraga otomotif di tanah air. Tahun ini GT Radial juga sudah menjadwalkan peran aktif mereka dalam berbagai kegiatan olahraga otomotif di Indonesia.

    Penjualan ban GT Radial saat ini juga telah dikembangkan melalui toko ritel yang tersebar di seluruh Indonesia dengan nama Tirezone dan Tirexpress.

    “Kerjasama antar divisi dengan memperhatikan standar kualitas produksi, distribusi serta bauran program aktivitas marketing Yang antara lain lewat olahraga otomotif menjadi faktor penting bagi GT Radial sehingga mampu mendapat apresiasi dari berbagai kalangan” tutur Leonard Gozali, Head of Marketing Division PT Gajah Tunggal Tbk.

    Ban GT Radial tidak hanya berkembang pesat di pasar lokal, namun telah dikenal juga hingga ke pasar global.

    Keberhasilan GT Radial dalam membuat produk yang berkualitas juga dibuktikan dengan menjadi ban Original Equipment Manufacturing (OEM) untuk pabrikan ATPM, selain reputasi sebagai jawara balap mobil di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.