Final Four Proliga 2019: Tekuk Bjb, Putri Pertamina Sapu Bersih

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim putri Jakarta Pertamina Energi peserta Proliga.(PBVSI)

    Tim putri Jakarta Pertamina Energi peserta Proliga.(PBVSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara bertahan tim putri Jakarta Pertamina Energi berhasil menyapu bersih kemenangan dalam putaran pertama final four Proliga 2019. Dalam laga ketiganya, mereka menaklukkan Bandung Bank bjb Pakuan 3-0 (25-17, 25-16, 25-19) di GOR Joyoboyo Kediri, Jawa Timur, Ahad.

    Sebelumnya, Jakarta Pertamina Energi mengalahkan Jakarta BNI 46 dan Jakarta PGN Popsivo Polwan masing-masing dengan skor 3-0. Novia Andriyanti dkk memulai laga dengan cukup percaya diri, dengan langsung mengebrak permainan dan amankan skor 25-17.

    Namun memasuki set kedua Bank bjb mencoba bangkit dan mengejar ketertinggalan dengan memimpin dulu 5-3. Hal itu tidak bertahan lama ketika Pertamina berhasil menyamakan kedudukan 12-12. Tanpa mengendorkan pertahanan, Pertamina terus menyerang hingga membalikkan keadaan dan menutup set kedua dengan 25-16.

    Set ketiga pun anak asuh Muhammad Ansori semakin percaya diri setelah unggul dua set jauh, mereka pun langsung menyerang hingga dengan mudah mengakhiri laga dengan 25-19.

    Pelatih Jakarta Pertamina Energi, Muhammad Ansori, menilai peluang timnya semakin terbuka lebar untuk menuju grand final. "Tapi kita tidak mau sombong dan jumawa dulu, karena masih ada pertandingan di Malang sendiri sangat penting juga kalau sampai kita tergelincir disana, kita tidak akan bisa masuk grand final. Jadi kita tetap akan fokus dan tetap menurunkan tim terbaik saya, jadi harapannya pun tidak mengendorkan semangatnya," ujar dia usai pertandingan.

    Ansori melanjutkan, "Kalau kita memang masih ada yang diperbaiki untuk kedepannya, perubahan strategipun pasti ada nantinya, tapi yang akan kita perbaiki di Malang nanti untuk kekompakan pemain, dan yang masih kurang akan kita evaluasi. Harapannya bisa sapu bersih tapi kita tidak ingin memaksakan dari pada nanti pemain terkena cedera."

    Asisten Manajer Bandung Bank bjb Pakuan, Adik Rega Pahla, mengatakan sebenarnya timnya main jauh lebih baik dari pada kemarin saat lawan BNI 46.

    "Memang kondisinya saja, tiga hari main berturut-turut, mungkin capek, jadi mainnya sendiri kadang naik turun ya seperti ini hasilnya. kalau hasil ini memang sedikit mengecewakan, karena target kita memang dari awal ingin mengambil dua kemenangan di Kediri ini, tapi kita masih ada seri di Malang nanti, semoga bisa," kata Adik Rega.

    Ia melanjutkan, "Kalau di Malang sendiri walaupun sulit nggak ada yang tidak mungkin, saya selalu memberikan semangat ke anak-anak dan kami pun masih bisa bersaing, walaupun tim kami pemain muda. Target kami di Malang bisa menang untuk tiga pertandingan. Kita akan memberi motivasi lebih kepada anak-anak karena ini kesmepatan mereka bisa memperlihatkan kualitas terbaik mereka."


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.