Basket IBL: Gilas Satria, Bima Perkasa Sapu Bersih Seri di Malang

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket BPD DIY Bima Perkasa, David Atkinson (tengah) . Antara

    Pebasket BPD DIY Bima Perkasa, David Atkinson (tengah) . Antara

    TEMPO.CO, Yogyakarya - Tim bola basket IBL BPD DIY Bima Perkasa Yogya akhirnya bisa menyapu bersih seri Malang pasca menggilas juara bertahan Satria Muda dengan skor 82-70 dalam laga lanjutan seri ketujuh Indonesia Basketball League (IBL) 2018/2019 di GOR Bimasakti, Malang,10 Februari 2019.

    Sehari sebelumnya, Sabtu (9/2) anak asuh pelatih Raoul 'Ebos' Miguel Hadinoto itu telah sukses lebih dulu dengan membungkam perlawanan Prawira Bandung dengan skor 78-71 di tempat yang sama. Dengan catatan sapu bersih di seri ketujuh Malang ini, peluang Bima Perkasa menembus babak play-off musim ini kian terbuka lebar.

    Dalam laga lawan Satria Muda itu, sejak kuarter pertama pertandingan berjalan cukup berat bagi BPD DIY Bima Perkasa. Secara keseluruhan tim tidak bisa leluasa melancarkan serangan dan mengakhiri kuarter pertama 19-13 untuk Satria Muda Pertamina.

    Perjalanan menanjak mulai terlihat pada kuarter kedua. Skema permainan berhasil dijalankan dengan baik oleh tim BPD DIY Bima Perkasa. Walau skor akhir 32-30 dengan keunggulan dari Satria Muda Pertamina, tim BPD DIY Bima Perkasa mulai menempel ketat.

    Tren positif tersebut dilanjutkan hingga kuarter ketiga dan keempat. Pada kuarter ketiga sendiri tim BPD DIY Bima Perkasa membalikkan angka menjadi 47-54. Peran dari David Seagers sangat terasa pada pertandingan ini, dengan raihan 25 poin, 8 rebound, dan 13 assist, dia benar-benar mengontrol pertandingan malam ini. Selain itu peran dari Galank Gunawan juga sangat bersar, ia mencetak double-double dengan 14 poin dan 10 rebound.

    "Kemenangan atas Satria Muda karena semua sesuai dengan game plan yang sudah dipersiapkan, kami tekan semua permainannya," ujar pelatih Bima Perkasa, Ebos dalam keterangannya Minggu petang 10 Februari 2019.

    Ebos mengakui para pemainnya berhasil menekan pilar Satria Muda
    seperti Lowhorn dan Jamar sehingga susah mencetak angka. "Kami hanya gagal meredam di Juan Laurent. Tapi untuk Lowhorn dan Jamar, kami berhasil menekan peran mereka, dan memperlambat ritme permainan mereka," ujar Ebos.

    Pemain Bima Perkasa, David Seagers pun mengatakan bahwa mereka bermain baik terutama ketika bertahan. Kemudian fokus dalam serangan serta konversi angka poin juga dirasa cukup baik. Ditambahkan dia, bahwa fokus dari taktiknya adalah menekan poin pemain lokal lawan maksimal 10 poin dan itu bisa dilakukan dengan baik.

    BPD DIY Bima Perkasa masih akan melakoni tiga pertandingan lagi pada seri terakhir Basket IBL di Yogyakarta yang rencananya akan diselenggarakan di GOR UNY. Pertandingan pembuka dimulai hari Jumat 15 Februari 2019 melawan Bogor Siliwangi dan berlanjut hingga Minggu 17 Februari 2019.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?