PT Gajah Tunggal Raih Penghargaan Olahraga di Hari Pers Nasional

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur PT Gajah Tunggal, Sugeng Rahardjo usai menerima penghargaan dalam Malam Anugerah Olahraga SIWO PWI 2019 di Surabaya, 8 Februari. (istimewa)

    Presiden Direktur PT Gajah Tunggal, Sugeng Rahardjo usai menerima penghargaan dalam Malam Anugerah Olahraga SIWO PWI 2019 di Surabaya, 8 Februari. (istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Gajah Tunggal Tbk yang merupakan produsen ban terintegrasi di Asia Tenggara menerima penghargaan khusus Dharmabakti Kejayaan Olahraga dalam acara Golden Award Malam Anugerah Olahraga SIWO PWI 2019, yang digelar sebagai bagian Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, 8-9 Februari.

    Penghargaan ini ditujukan bagi perusahaan-perusahaan yang aktif memberikan dukungan kemajuan olahraga.

    Gajah Tunggal selama ini telah berkontribusi besar tidak hanya di bidang olahraga motorsport, namun beberapa bidang olahraga lain seperti Piala AFF, Mercedes-Benz Golf Trophy, V3 Open Inlineskate dan perusahaan ini melalui merek ban mobil GT Radial juga ikut dalam kegiatan Pre Asian Games 2018.

    “Kami bangga dengan penghargaan ini dan kami akan terus terbuka untuk ikut memajukan kegiatan olahraga di Indonesia. memang kami perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, sehingga kebanyakan kami menjadi sponsor kegiatan otomotif,” kata Sugeng Rahardjo, Presiden Direktur PT Gajah Tunggal.

    “Tetapi tak tertutup kemungkinan kami juga mendukung cabang-cabang olahraga yang lain, seperti yang telah kami lakukan sebelumnya,” kata Sugeng lagi.

    Indonesia menjadi negara dengan potensi atlet yang baik, karena itu berbagai pihak dari pemerintah, tokoh publik, perusahaan serta masyarakat harus bersama-sama dalam membangun dan mengembangkan dunia olahraga untuk maju menjadi lebih baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.