Menpora Minta Meksiko Dukung Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2032

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Imam Nahrawi usai menerima kunjungan Dubes Meksiko, Armando G Alvarez (ketiga dari kiri) di Kantor Kemenpora, Selasa 12 Februari 2019. (Humas Kemenpora)

    Menpora Imam Nahrawi usai menerima kunjungan Dubes Meksiko, Armando G Alvarez (ketiga dari kiri) di Kantor Kemenpora, Selasa 12 Februari 2019. (Humas Kemenpora)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta Meksiko agar memberikan dukungan kepada Indonesia jika maju sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2032 ataupun Piala Dunia menyusul suksesnya penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

    "Asian Games menjadi wujud nyata Indonesia ketika menjadi tuan rumah penyelenggaraan olahraga dan berjalan sukses," kata Menpora selepas bertemu Duta Besar Meksiko untuk Indonesia Armando G Alvarez di Jakarta, Selasa.

    Dalam pertemuan itu, Menpora juga menjalin kerjasama bidang olahraga antara Indonesia dengan Meksiko menyusul negara di Amerika Tengah itu pernah menjadi tuan rumah Olimpiade 1968 serta Piala Dunia 1970 dan 1986.

    Menpora juga mengenalkan cabang olahraga pencak silat kepada Dubes Armando sebagai olahraga dari Indonesia yang telah diakui dalam Asian Games.

    "Suatu saat Pak Dubes bisa berkunjung ke Madiun sebagai pusat perguruan pencak silat," ujar Menpora.

    Sementara, Armando mengatakan Indonesia punya punya masyarakat yang juga ramah sebagaimana di Meksiko.

    "Indonesia dan Meksiko punya punya karakteristik yang sama dalam hal keramahan masyarakatnya. Pemuda Indonesia juga punya potensi yang bagus. Itu sangat baik untuk kerjasama di bidang olahraga," katanya.

    Armando menambahkan kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 sekaligus juga menjadi catatan prestasi dalam bidang olahraga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?