Final Four Proliga: Penyebab Samator Takluk dari Jakarta BNI 46

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Proliga Putra Samator. (PB PBVSI)

    Tim Proliga Putra Samator. (PB PBVSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta BNI 46 menjadi tim putra pertama yang sudah memastikan diri lolos ke babak final kompetisi bola voli nasional Proliga 2019. Keberhasilan merebut tiket ke final setelah BNI 46 menang 3-0 atas Surabaya Bhayangkara Samator.

    Menanggapi kekalahan itu, Pelatih Samator Ibarsjah Djanu mengakui keunggulan BNI 46. Menurut dia, anak asuh Samsul Jais bermain rapi. Sementara Samator, ucapnya, tidak tampil optimal di lini pertahanan.

    Baca: ProligaPutra BNI Lolos ke Final, Samsul Jais Siap Rotasi Pemain

    "Lubang kami di libero. Lawan lubangnya satu, kami lubangnya lima. Dan masalahnya bukan di stamina karena kami juga biasa latihan jam 9,” kata Ibarsjah dari rilis yang diterima Tempo, Jumat, 15 Februari 2019.

    Tak hanya itu, Ibarsjah juga menyoroti penampilan pemain asingnya. Ia mengatakan akan mengevaluasi posisi spike. "Ke depan, kami harus ganti agen untuk mencari pemain. Kalau bisa harus cari agen luar negeri,” ucapnya.

    Lebih lanjut, setelah BNI 46 berhasil mengamankan tiket final, satu tiket tersisa akan diperebutkan oleh Samator, Jakarta Pertamina Energi, dan Palembang Bank Sumsel-Babel. Bagi Samator yang menyandang status juara bertahan jalan menuju ke final nampaknya akan terasa berat. Pasalnya, selama menjalani laga di babak empat besar putaran pertama kemarin hanya satu kemenangan yang berhasil diraih Samator.

    Satu-satunya poin kemenangan Samator di final four Proliga diraih saat menghadapi Jakarta Pertamina Energi. Meski demikian, Ibarsjah optimistis bisa membawa timnya ke babak final yang akan berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad, 24 Februari 2019. Syaratnya cuma satu, yakni wajib merebut dua kemenangan di pertandingan melawan Pertamina Energi dan Palembang Bank Sumsel-Babel.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.