Final Four Proliga: Tekuk Popsivo, Putri Bjb Buka Peluang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim bola voli putri Bandung Bank BJB Pakuan. (Antara)

    Tim bola voli putri Bandung Bank BJB Pakuan. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim putri Bandung Bank bjb Pakuan berhasil menaklukkan Jakarta PGN Popsivo Polwan 3-2 (27-25, 25-18, 17-25, 28-30, 15-12) dalam laga putaran kedua final four Proliga 2019 di GOR Ken Arok Malang, Jawa Timur, Jumat, 15 Februari 2019. Ini menjadi kemenangan pertama Bank bjb di final four.

    Bagi Jakarta PGN Popsivo Polwan hasil ini membuat mereka belum mampu mengamankan tiket ke grand final. Aprilia Manganang dkk masih harus berjuang dalam dua laga tersisa.

    Pelatih Bank bjb Pakuan, Teddy Hidayat,
    mengatakan kemenangan ini membuka peluang timnya. "Kalau ngomong masalah tekanan tidak ada ini cuma masalah kesadaran diri pemain saja, kalau kita menang masih ada harapn lagi, kalau kita kalah sudah habis kita,” ujar dia seusai pertandingan.

    Teddy mengatakan mereka akan tetap berjuang. “Besok kita bertemu Pertamina, kita tidak berharap dengan siapa-siapa, walaupun pemain asingnya tidak bagus kita akan berusaha dengan kita sendiri tidak mengandalkan siapapun,” tambahnya.

    Pelatih PGN Popsivo Polwan, Chamnan Dokmai, mengatakan, tidak tau apa yang terjadi dengan anak asuhnya karena disaat latihan sendiri sudah diberi materi bagaimana untuk menghadapi Bank bjb.

    “Bjb hari ini bermain bagus, kita sebenarnya punya banyak kesempatan tapi tidak digunakan dengan baik oleh para pemain. Bahkan di lapangan sendiri yang main sepertinya cuma April sama Wilda saja, selama main seperti tidak ada yang kill. Ini pertandingan yang sulit, kita tidak bermain dengan bagus tapi lawan mampu bermain dengan bagus,” tambah pelatih asal Thailand.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.