Kalahkan Kei Nishikori, Stan Wawrinka Tembus Final Rotterdam

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Juara grand slam tiga kali Stan Wawrinka berjuang keras melewati Kei Nishikori 6-2 4-6 6-4 di World Tennis Tournament ABN AMRO di Rotterdam pada Sabtu dan melaju ke final menghadapi petenis Prancis Gael Monfils hari ini, Minggu, 17 Februari 2019.

    Petenis Swiss Wawrinka, yang mencapai final pertamanya sejak menjalani dua operasi lutut pada tahun 2017, meraih 35 poin, termasuk delapan ace untuk memenangi pertandingan selama dua jam itu.

    Pada set terakhir yang intens, kedua petenis menahan servis dengan relatif mudah sampai pertandingan ke-10, ketika Wawrinka melepas dua forehand untuk mengubah break point dan memastikan tempat di final hari Minggu.

    Sementara itu seminggu setelah dikalahkan Daniil Medvedev di semifinal Sofia Terbuka, serangan tanpa henti Monfils membuktikan perbedaan kelasnya ketika ia mengalahkan petenis Rusia, Daniil Medvedev,  4-6, 6-3, 6-4.

    Petenis Prancis Monfils menyelesaikan pertandingan dengan 29 poin kemenangan dan melangkah lebih jauh untuk meraih gelar pertama sejak menjuarai Qatar Terbuka pada Januari tahun lalu.

    Unggulan kelima Medvedev, yang menjuarai turnamen Sofia Terbuka pekan lalu, harus berjuang dengan pukulan forehand-nya di set terakhir saat ia kebobolan servis yang menentukan pada game kesembilan set terakhir.

    "Secara taktik saya pikir saya bermain bagus dan secara fisik pun saya tangguh, saya senang bisa menanganinya secara fisik," kata Monfils.

    "Rencana permainan saya adalah membuat dia memainkan banyak bola dan pada akhirnya saya rasa itu terjadi. Saya sangat senang karena bisa menjaga semangat menyerang yang pada akhirnya saya rasakan itu sebabnya saya bisa menang hari ini," kata lawan Stan Wawrinka pada final tenis Rotterdam ini.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.