Ranking Dunia Tenis Putri: Osaka Teratas, Serena Masuk 10 Besar

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi petenis AS, Serena Williams saat mengembalikan bola ke arah lawannya, petenis Rumania, Simona Halep dalam pertandingan babak keempat turnamen Australian Open di Melbourne Park, Australia, 21 Januari 2019. REUTERS/Edgar Su

    Aksi petenis AS, Serena Williams saat mengembalikan bola ke arah lawannya, petenis Rumania, Simona Halep dalam pertandingan babak keempat turnamen Australian Open di Melbourne Park, Australia, 21 Januari 2019. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis Amerika Serikat, Serena Williams, kembali ke peringkat 10 besar dalam daftar peringkat WTA, untuk pertama kalinya sejak kelahiran putrinya pada September 2017. Williams berada di urutan 10 dalam daftar peringkat terbaru yang dirilis Senin.

    Baca: Naomi Osaka Raih Penghargaan Breakthrough of the Year

    Petenis Jepang Naomi Osaka tetapi menempati urutan pertama, Simona Halep dari Rumania dan Sloane Stephens masing-masing naik ke posisi dua dan tiga berturut-turut.

    Williams, 23 kali juara Grand Slam, selanjutnya dijadwalkan bermain pada BNP Paribas Terbuka di Indian Wells, California, pada Maret - turnamen yang sama yang menandai kembalinya ia bertanding musim semi lalu.

    Petenis berusia 37 tahun itu belum bertanding lagi sejak Australia Terbuka bulan lalu, saat ia tersingkir pada perempat final.

    Williams pertama kali berada di posisi 10 besar peringkat dunia pada 5 April 1999. Ini adalah pekan ke-793 dalam karirnya berada pada 10 peringkat teratas, demikian Reuters.

    Ranking tenis putri:
    1. Naomi Osaka (Jepang)
    2. Simona Halep (Rumania)
    3. Sloane Stephens (AS)
    4. Petra Kvitova (Cek)
    5. Karolina Pliskova (Cek)
    6. Elina Svotolina (Ukraina)
    7. Angelique Kerber (Jerman)
    8. Kiki Bertens (Belanda)
    9. Aryna Sabalenka (Belarusia)
    10. Serena Williams (AS).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.