PSSI Akan Gelar KLB Untuk Cari Ketua Umum dan Pengurus Baru

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (kiri), didampingi Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria tiba di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019. Joko Driyono akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri. TEMPO/Subekti.

    Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (kiri), didampingi Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria tiba di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019. Joko Driyono akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan untuk menggelar kongres luar biasa (KLB) yang ditujukan memilih kepengurusan baru organisasi, termasuk pergantian ketua umum.

    Dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Rabu dinihari, keputusan itu diambil dalam rapat komite eksekutif PSSI yang dipimpin oleh Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (19/2) malam.

    Ada dua agenda dalam KLB yaitu pertama, membentuk perangkat komite pemilihan (KP) dan komite banding pemilihan (KBP). Kedua, menetapkan tanggal kongres pemilihan kepengurusan baru.

    "PSSI akan mengutus perwakilan ke Kantor FIFA di Zurich, Swiss, untuk berkoordinasi dengan FIFA dan mendapatkan arahan serta rekomendasi yang tepat," tutur Joko Driyono.

    Joko sendiri baru menjabat ketua umum PSSI sejak Minggu, 20 Januari 2019, setelah Edy Rahmayadi mengundurkan diri dalam kongres tahunan PSSI.

    Dalam prosesnya, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan barang bukti oleh Polri, Jumat (15/2). Barang bukti tersebut dianggap perlu oleh Satgas Antimafia Bola Polri untuk menyelidiki kasus pengaturan skor.

    Terkait KLB, berdasarkan pasal 30 Statuta PSSI, komite eksekutif PSSI memang memiliki hak untuk meminta digelarnya KLB setiap saat tanpa perlu persetujuan pemilik suara atau voters.
    Dalam KLB yang diinisiasi oleh exco ini, seluruh agenda kongres akan disusun oleh komite eksekutif.

    Sebelumnya, wacana tentang perlunya KLB atas inisiatif komite eksekutif salah satunya datang dari Manajer Madura United Haruna Soemitro.

    "KLB sebaiknya jangan atas prakarsa voters atau para klub karena tahun ini tahun politik. Kalau begitu sepak bola sebagai pemersatu bangsa dapat kembali tercabik-cabik karena urusan KLB," ujar Haruna soal KLB PSSI, Senin (18/2).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.