Proliga 2019: Persiapan Putri BNI 46 Berebut Posisi Tiga Vs BJB

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim putri Jakarta BNI 46 berlatih menjelang grand final Proliga 2019 di GOR Among Rogo Yogya, 22 Februari 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Tim putri Jakarta BNI 46 berlatih menjelang grand final Proliga 2019 di GOR Among Rogo Yogya, 22 Februari 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Tim putri Jakarta BNI 46 bakal menghadapi Bandung Bank BJB Pakuan dalam perebutan posisi ketiga Proliga 2019 yang dilangsungkan di GOR Amongrogo Yogyakarta Sabtu, 23 Februari 2019.

    Anak asuh pelatih Risco Herlambang menjanjikan pertarungan habis-habisan melawan BJB Pakuan demi memperebutkan gelar ketiga musim ini.

    Baca: Jadwal Grand Final Proliga 2019: 23-24 Februari di Yogyakarta

    “Untuk laga besok kami masih waspadai motor serangan mereka, terutama pemain asingnya,” ujar Risco ditemui Tempo do sela latihan persiapan di GOR Amongrogo, Jumat, 22 Februari 2019.

    Adapun dua pilar asing Bank BJB yang dimaksud yakni pemain asal Thailand Pimpichaya Kokram dan pemain Kroasia, Maja Burazer.

    Meski Kokram sebelumnya gagal membawa BJB Pakuan lolos ke Final Proliga 2019 pasca menelan kekalahan di babak Final Four Proliga 2019 kontra Jakarta Pertamina Energi (16 Februari) lalu, Risco menuturkan justru hal itu yang diwaspadai timnya atas kebangkitan anak asuh Teddy Hidayat itu.

    “BJB tahun ini mungkin (kekuatannya) beda dibanding tahun lalu, pas ada Aprilia (Manganang-sekarang pindah ke Popsivo Polwan), tapi kekuatannya kan di Kokram dan Maja,” ujar Risco yang juga mewaspadai manuver BJB lain seperti Dita Azizah (Libero) dan Shella  Bernadetha.

    Risco menuturkan, performa timnya sendiri saat ini telah penuh kembali untuk menghadapi serangan BJB Pakuan besok. Modal kemenenangan mulai dari penyisihan, putaran 1 dan 2, final four 1 dan 2 membuat Risco percaya penuh dengan kekuatan Lindsay Stalzer dalam perebutan posisi ketiga.

    Menurut Risco, performa anak asuhnya dalam final four II memang cukup menguras konsentrasi sehingga hanya memetik dua kemenangan saja saat lawan Bank BJB sebelumnya.

    Sedangkan saat lawan Jakarta Pertamina Energi dan PGN Popsivo tim BNI harus mengakui keunggulan mereka. Hasil minim dari final four itu diakui masih membayangi mental pemainnya.

    “Sehingga di laga pamungkas ini kami enggak bicara teknik lagi, tapi bagaimana pemain termotivasi untuk berjuang maksimal agar menang saja,” ujarnya.

    Risco mengatakan menjelang final Proliga ada sejumlah pemainnya yang tengah dilanda sakit. “Besok kami usahakan tetap tampil full team, jangan sampai ada yang absen, menemukan (peluang posisi tiga) nanti baru 2020,” ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.