Pelatnas Olimpiade: Lifter Sarah Anggraeni Gantikan Sri Wahyuni

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlit Cabang Angkat besi Indonesia Sri Wahyuni Agustiani bertanding di kelas 48 kg dalam Asian Games 2018 di Jakarta, 20 Agustus 2018. Sri Wahyuni berhasil mendapat medali Perak dan kalah dari Lifter dari Korea Utara Ri song Gum yang  mendapatkan emas dan Perunggu diraih oleh Lifter Thunya Sukcharoen. Tempo/Amston Probel

    Atlit Cabang Angkat besi Indonesia Sri Wahyuni Agustiani bertanding di kelas 48 kg dalam Asian Games 2018 di Jakarta, 20 Agustus 2018. Sri Wahyuni berhasil mendapat medali Perak dan kalah dari Lifter dari Korea Utara Ri song Gum yang mendapatkan emas dan Perunggu diraih oleh Lifter Thunya Sukcharoen. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PP PABBSI) menyatakan sudah menemukan sosok yang akan menggantikan Sri Wahyuni dalam perebutan tiket ke Olimpiade 2020.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PABBSI Alamsyah Wijaya mengatakan Sarah Anggraeni diplot menjadi pengganti peraih medali perak Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro itu. "Dengan kondisi Sri Wahyuni yang hamil kami menunjuk Sarah," kata Alamsyah saat dihubungi, Jumat, 22 Februari 2019.

    Seri Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Fuzhou, China yang berlangsung 22-27 Februari 2019 jadi debut Sarah tampil di kelas 49 kilogram. Pada Kejuaraan Dunia di Asghabat, Turkmenistan November 2018, Sarah turun di kelas 55 Kg.

    Tampil di kelas andalannya Sarah meraih peringkat 14 di akhir kejuaraan dengan total angkatan 198 Kg. Ia mencatatkan angkatan snatch 87 Kg serta clean and jerk 111 Kg. Alamsyah menyatakan tidak ada target khusus, seperti meraih medali bagi anak asuhnya yang bertanding di Kejuaraan Dunia di Fuzhou. Alamsyah berharap para lifter Indonesia bisa menjaga total angkatan saat tampil di Asghabat tahun lalu.

    Bagi Sarah, tentunya hasil laga nanti diharapkan bisa menyamai pencapaian Sri Wahyuni. Di Asghabat, Sri yang turun di kelas 49 Kg berhasil menempati peringkat tujuh dengan total angkatan 186 Kg. Tercatat total angkatan di snatch sebesar 82 Kg dan clean and jerk 104 Kg.

    Seri Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Fuzhou merupakan salah satu rangkaian pertandingan bagi atlet yang ingin mengumpulkan poin ke Olimpiade 2020 di Tokyo. Menurut Alamsyah sepanjang 2019 ada lima kejuaraan yang menawarkan poin menuju Olimpiade. "Salah satunya itu Asian Championship pada April nanti," kata dia.

    Indonesia mengirim empat lifter putra dan tiga putri pada Kejuaraan Dunia di Fuzhou. Tim putra terdiri dari Eko Yuli Irawan (Kelas 61 Kg), Triyatno (73 Kg), Deni (67 Kg), dan Surahmat Wijoyo (55 Kg). Sementara putri ada Sarah Anggraeni (kelas 49 Kg), Acchedya Jagadditha (59 Kg), dan Nurul Akmal (+87 Kg).

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.